Alasan Emil Audero Pede Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Emil Audero optimistis Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2030 setelah membantu juara FIFA ASEAN Cup 2026 dan menggagalkan penalti.

oleh Vincentius AtmajaDiterbitkan 14 Oktober 2026, 17:47 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Emil Audero, Kevin Diks, dan Jay Idzes menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat melawan Timnas Lebanon dalam laga FIFA Matchday 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta - Kiper Timnas Indonesia Emil Audero menyimpan optimisme besar terhadap masa depan Skuad Garuda dan menargetkan lolos ke Piala Dunia 2030. Penjaga gawang Rayo Vallecano itu termasuk pemain yang berkontribusi pada keberhasilan tim baru-baru ini.

Timnas Indonesia baru saja mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai menaklukkan Thailand di partai final. Sebelum gelar ini, prestasi senior terakhir Indonesia adalah medali emas sepak bola SEA Games 1991 di Filipina.

Emil tampil dalam dua pertandingan sepanjang turnamen, termasuk saat menggagalkan eksekusi penalti pemain Thailand yang membantu memastikan Indonesia keluar sebagai juara.


Tiga Target Besar

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero Mulyadi melakukan penyelamatan upaya tendangan penalti pemain Timnas Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada Jumat (6/6/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sejak debutnya pada periode Kualifikasi Piala Dunia 2026, Emil telah mencatatkan delapan penampilan bersama Timnas Indonesia. Perjalanan tim sempat terhenti pada putaran keempat sehingga gagal melaju ke Amerika Utara untuk Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia kini memiliki kesempatan untuk meningkatkan pencapaian pada Piala Asia 2027 dan kemudian kembali berusaha mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2030.

"Salah satu target saya adalah memenangkan trofi bersama tim nasional, dan kami berhasil mewujudkannya. Lalu melangkah sejauh mungkin di Piala Asia. Serta impian terbesar adalah lolos ke Piala Dunia. Bermain di Piala Dunia bersama Indonesia adalah sesuatu yang istimewa," kata Emil dalam wawancara dengan jurnalis Italia, Gianluca Di Marzio.

Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 ia pandang sebagai langkah awal untuk mewujudkan ambisi tersebut, dan Emil berharap perkembangan positif itu berlanjut pada kompetisi internasional berikutnya.


Dukungan Suporter Indonesia Memukau

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, merayakan keberhasilannya menggagalkan penalti Oman dalam laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Salah satu alasan Emil optimistis adalah besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola. Ia merasakan langsung antusiasme yang mengelilingi Skuad Garuda.

"Antusiasme itu sudah ada sebelumnya. Namun, setelah keberhasilan di FIFA ASEAN Cup, kemenangan nyata pertama dalam sejarah kami, antusiasme itu menjadi jauh lebih besar," ujar Emil.

Perhatian publik semakin terlihat saat rombongan Timnas harus berpindah hotel karena banyak suporter yang datang meminta foto dan tanda tangan.

"Saya sering kesulitan menjelaskan semangat mereka. Kami harus pindah hotel karena terlalu banyak orang yang menghentikan kami untuk meminta foto dan tanda tangan," ungkapnya.

Lanjut Baca:

Setelah bertahun-tahun berkarier di Italia, Emil melihat kemiripan antara kecintaan masyarakat Indonesia dan fanatisme di Italia. Pengamatan itu muncul ketika ia membela tim nasional dan melihat reaksi penggemar. "Sangat mirip dengan di Italia. Jika Indonesia bermain sepak bola seperti gaya mereka, mereka akan menjadi seperti Brasil," kata Emil. Ia mencatat bahwa penggemar Indonesia kerap menyanyikan yel-yel klub-klub besar Eropa dalam bahasa Italia saat tim-tim tersebut berkunjung. "Saat tim-tim seperti Juventus, Milan, dan Inter tiba di hotel, mereka mendapati kelompok suporter fanatik (ultras) Indonesia menyanyikan yel-yel tim dalam bahasa Italia. Anda pasti berpikir, 'Bagaimana mungkin? Bagaimana mereka bisa tahu lagu-lagu itu?'" lanjutnya. Besarnya basis penggemar Indonesia juga berdampak pada perhatian terhadap klub-klub yang pernah diperkuat Emil. Ia mencontohkan bagaimana keberadaan Jay Idzes membuat Sassuolo dikenal di kalangan penggemar Indonesia, fenomena yang juga sempat terjadi saat ia membela Cremonese dan kini terasa di Rayo Vallecano. "Mereka mengenal Sassuolo dengan baik karena Jay Idzes. Tahun lalu hal itu terjadi pada Cremonese saat saya di sana, dan kini terjadi pada Rayo Vallecano," kata Emil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya