5 Keutamaan Membaca Satu Juz Al-Qur'an Setiap Hari, Simak Metode Efektif agar Istiqamah

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Salah satu amalan yang bisa dibiasakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah membaca Al-Qur’an setiap hari. Terdapat berbagai keutamaan yang mampu istiqamah tilawah 1 juz per hari.

Kebiasaan ini menjadi sarana untuk memperbanyak amal kebaikan, menenangkan hati, dan memperkuat hubungan seorang muslim dengan Al-Qur’an. Dalam jurnal Adab Membaca Al-Qur’an karya Musthofa, membaca Al-Qur’an dijelaskan sebagai aktivitas ibadah yang melibatkan berbagai kemampuan manusia, mulai dari lisan, penglihatan, pendengaran, akal, hingga hati.

Tilawah tidak hanya berkaitan dengan melafalkan ayat-ayat suci, tetapi juga memahami dan merenungi kandungannya agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Prof. Dr. Mahmud Al-Dausary dalam kitab Membaca Al-Qur’an: Adab dan Hukumnya juga menjelaskan beragam keutamaan membaca Al-Qur’an, baik bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Jika dilakukan secara konsisten, terdapat berbagai keutamaan membaca satu juz Al-Qur’an setiap hari. Merangkum berbagai sumber, berikut ini ulasannya.

Keutamaan Membaca 1 Juz Al-Qur’an Setiap Hari

1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda yang Tak Terbatas

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendatangkan pahala, dan pahala tersebut dilipatgandakan sepuluh kali. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).

Prof. Dr. Mahmud Al-Dausary dalam kitabnya menjelaskan bahwa keutamaan ini berlaku untuk setiap huruf yang dibaca, tanpa terkecuali. Dengan membaca satu juz setiap hari, seorang muslim dapat meraih lebih dari 105 ribu pahala kebaikan setiap harinya. Jika dihitung dalam sebulan, pahala yang terkumpul bisa mencapai lebih dari 3 juta kebaikan.

2. Mendapatkan Syafaat pada Hari Kiamat

Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya. Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim).

Prof. Dr. Mahmud Al-Dausary dalam kitabnya menyebutkan bahwa di antara buah manfaat membaca Al-Qur’an adalah bahwa seorang qari’ tidak akan sedih menghadapi hari kebangkitan yang sangat dahsyat, karena ia dalam perlindungan Allah dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat padanya. Dengan rutin membaca satu juz setiap hari, seorang muslim dapat meraih syafaat Al-Qur’an di hari kiamat.

3. Menenangkan Hati dan Meredakan Kecemasan

Membaca Al-Qur’an memiliki efek psikologis yang sangat positif bagi pembacanya. Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Dalam Jurnal Adab Membaca Al-Qur’an karya Musthofa, dijelaskan bahwa hati yang diberdayakan untuk merasakan keheningan bacaan akan memunculkan perasaan senang dan rasa kagum terhadap kandungan Al-Qur’an.

Prof. Dr. Mahmud Al-Dausary juga menjelaskan bahwa dengan perlindungan Allah dari godaan setan, hati seorang pembaca Al-Qur’an dapat tenang dan konsentrasi ketika membacanya, sehingga memperoleh hasil bacaan yang maksimal.

4. Mendapatkan Perlindungan dari Segala Keburukan

Membaca Al-Qur’an secara rutin akan menjaga seorang muslim dari segala bentuk keburukan. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca tiga surat ini (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) tiga kali di waktu pagi dan sore, maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud).

An-Nawawi dalam kitab Al-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an menjelaskan bahwa ta’awudz yang dibaca sebelum tilawah akan menjauhkan setan dari pembaca Al-Qur’an.

5. Mengangkat Derajat di Dunia dan Akhirat

Allah akan mengangkat derajat sebagian manusia dengan Al-Qur’an dan merendahkan sebagian yang lainnya, yaitu mereka yang berpaling atau mengabaikannya.

Prof. Dr. Mahmud Al-Dausary menjelaskan bahwa seorang qari’ Al-Qur’an akan tinggi derajatnya di dunia dan akhirat, karena Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Rasulullah SAW juga bersabda: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan Kitab ini dan merendahkan yang lainnya.” (HR. Muslim).

Manajemen Waktu agar Bisa Membaca 1 Juz Al-Qur’an per Hari

Membaca satu juz Al-Qur’an setiap hari membutuhkan konsistensi dan strategi yang tepat. Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan:

1. Metode 4 Halaman Setelah Shalat Fardhu

Satu juz dalam mushaf standar rata-rata terdiri dari 20 halaman. Jika dibagi ke dalam lima waktu shalat, maka cukup membaca 4 halaman setiap selesai shalat fardhu. Dengan kecepatan baca rata-rata, membaca 4 halaman hanya membutuhkan waktu sekitar 7-10 menit.

Metode ini sangat efektif karena memanfaatkan momentum setelah shalat yang biasanya masih dalam kondisi khusyu’.

2. Metode 2 Lembar Setelah Shalat

Jika menggunakan mushaf yang setiap juznya terdiri dari 10 lembar, maka cukup membaca 2 lembar setiap selesai shalat lima waktu. Metode ini membuat bacaan terasa lebih ringan dan tidak membebani, karena waktu yang dibutuhkan sangat singkat.

3. Memanfaatkan Waktu-Waktu Sempit

Selain setelah shalat, waktu-waktu sempit seperti menunggu azan, perjalanan, atau jeda pekerjaan dapat dimanfaatkan untuk mencicil bacaan. Gunakan aplikasi Al-Qur’an di telepon genggam untuk memudahkan tilawah di mana saja.

4. Menyembunyikan Amalan agar Terhindar dari Riya’

Para ulama salaf biasa menyembunyikan amalan tilawah mereka agar terhindar dari riya’. Ibnul Jauzi berkata bahwa Ibrahim An Nakha’i ketika membaca mushaf lalu ada yang masuk menemui beliau, beliau menutupi Qur’annya. Asalnya, amalan membaca Al-Qur’an tidak ditampakkan pada orang lain kecuali jika ingin memotivasi orang lain.

5. Menjaga Tadabbur dan Kekhusyuan

Meskipun targetnya adalah satu juz per hari, yang terpenting bukan sekadar mengejar jumlah, melainkan juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa jika seseorang merutinkan setiap harinya menghatamkan satu juz dalam satu hari, maka itu baik, dengan tetap memperhatikan tadabbur dan kekhusyuan.

Adab Membaca Al-Qur’an

Dalam Jurnal Adab Membaca Al-Qur’an karya Musthofa, adab membaca Al-Qur’an dibagi menjadi tiga bagian: adab sebelum, ketika, dan setelah membaca. Berikut penjelasannya.

1. Adab Sebelum Membaca Al-Qur’an

a. Niat Ikhlas karena Allah — Membaca Al-Qur’an harus diniatkan sebagai ibadah kepada Allah, bukan untuk tujuan duniawi, pujian, atau riya’.

b. Suci dari Hadas Kecil dan Besar — Seorang pembaca Al-Qur’an disyaratkan suci dari hadas kecil (dihilangkan dengan wudhu) dan hadas besar (dihilangkan dengan mandi junub).

c. Menghadap Qiblat — Membaca Al-Qur’an disunnahkan menghadap qiblat sebagai bentuk sikap tawadhu’ dan penghormatan terhadap kitab suci.

d. Menutup Aurat — Menutup aurat merupakan sikap wira’i dan penghormatan kepada Al-Qur’an.

e. Pakaian Bersih dan Suci — Pakaian yang bersih dan suci merupakan simbol kebersihan fisik dan hati.

f. Tempat yang Tidak Najis — Membaca Al-Qur’an disyaratkan menempati tempat yang suci dari kotoran.

g. Membaca Ta’awudz — Sebagaimana telah dijelaskan, membaca ta’awudz sebelum memulai bacaan adalah adab yang sangat dianjurkan.

2. Adab Ketika Membaca Al-Qur’an

a. Membaca dengan Tartil — Melafalkan huruf-huruf Al-Qur’an dengan jelas, sesuai kaidah tajwid, panjang-pendek, dan waqaf-ibtida’.

b. Memperindah Bacaan — Menghiasi bacaan dengan suara yang indah sesuai kaidah tajwid.

c. Mengeraskan Suara — Mengeraskan bacaan jika tidak mengganggu orang lain, agar dapat didengar dengan jelas.

d. Mengingat Isi Bacaan — Menghadirkan hati dan pikiran untuk merenungkan makna yang terkandung.

e. Menghayati Bacaan — Mengkonsentrasikan pikiran pada bacaan dan merasakan getaran hati.

f. Menangis ketika Membaca — Menangis karena menyentuh jiwa dan menyadari kebenaran isi Al-Qur’an.

3. Adab Setelah Membaca Al-Qur’an

a. Berpegang Teguh pada Al-Qur’an — Menjadikan Al-Qur’an sebagai dasar pemikiran dan pengamalan kehidupan sehari-hari.

b. Mengamalkan Isi Kandungan Al-Qur’an — Memberdayakan lisan, mata, telinga, akal, dan hati untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an.

c. Mencintai Allah dan Rasul-Nya — Mentaati perintah Allah yang tercantum dalam Al-Qur’an dan perintah Rasul dalam Al-Hadis.

d. Meneladani Akhlak Rasul — Mencontoh perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

e. Muhasabah — Merenungkan diri dari amalan-amalan yang telah lalu untuk perbaikan.

Doa Sebelum Membaca Al-Qur’an

Doa sebelum membaca Al-Qur’an yang paling utama terdiri dari dua bagian: Ta’awudz (isti’adzah) dan Basmalah.

1. Ta’awudz (Isti’adzah)

Arab: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin: A’ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

Dalil perintah membaca ta’awudz sebelum membaca Al-Qur’an terdapat dalam QS. An-Nahl: 98. Al-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an menjelaskan bahwa membaca ta’awudz hukumnya sunnah dan tidak wajib.

2. Basmalah

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa memulai segala perkara baik dengan basmalah adalah bentuk permohonan berkah dan karunia melalui penyebutan nama Allah.

 

Pertanyaan Seputar Membaca satu juz Al Quran

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membaca satu juz Al-Qur’an?

Membaca satu juz Al-Qur’an dengan tartil rata-rata membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Jika dibagi ke dalam lima waktu shalat, cukup 6-7 menit setiap selesai shalat fardhu.

2. Apakah membaca satu juz sehari sudah termasuk mengkhatamkan Al-Qur’an?

Ya, jika dilakukan secara konsisten selama 30 hari, maka seseorang akan mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz. Rasulullah SAW pernah bersabda kepada ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash: “Khatamkanlah Al Qur’an dalam waktu sebulan.” (HR. Bukhari).

3. Apakah boleh membaca satu juz dengan cara dicicil sepanjang hari?

Boleh. Membaca satu juz dengan cara dicicil setelah setiap shalat fardhu justru lebih ringan dan menjaga konsistensi. Yang terpenting adalah tidak menunda hingga menumpuk di akhir hari.

4. Apa saja keutamaan membaca satu juz setiap hari?

Keutamaannya sangat banyak, di antaranya mendapatkan pahala berlipat ganda, syafaat di hari kiamat, ketenangan hati, perlindungan dari keburukan, dan diangkat derajatnya oleh Allah di dunia dan akhirat.

5. Bagaimana cara agar istiqamah membaca satu juz setiap hari?

Mulailah dengan niat yang ikhlas, buat jadwal yang realistis, manfaatkan waktu setelah shalat, dan bergabung dengan komunitas tilawah untuk saling memotivasi. Ingatlah selalu keutamaan dan pahala yang akan diperoleh.