Hubungan Massimiliano Allegri dan Kevin De Bruyne Memanas: Beda Visi dan Taktik!

Kekalahan Napoli 1-3 dari Villarreal di Liga Champions memperkeruh hubungan Massimiliano Allegri dan Kevin De Bruyne

oleh Asad ArifinDiterbitkan 14 Oktober 2026, 14:55 WIB
Pemain Napoli, Kevin De Bruyne, mencetak gol pertama timnya melalui titik penalti dalam pertandingan Serie A melawan Inter Milan di Naples, Italia, Sabtu, 25 Oktober 2025. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Napoli menelan kekalahan 1-3 dari Villarreal pada matchday kedua Liga Champions 2026/2027, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Hasil ini turut memperkeruh situasi antara pelatih Massimiliano Allegri dan gelandang Kevin De Bruyne.

Napoli sempat unggul melalui Amir Rrahmani, tetapi kesalahan sendiri membuat Villarreal membalikkan keadaan. Georges Mikautadze, Santiago Mourino, dan Tani Oluwaseyi memastikan kemenangan tuan rumah.

Di tengah hasil mengecewakan tersebut, ketegangan Allegri dan De Bruyne kembali mencuat akibat perbedaan pandangan mengenai peran sang gelandang. Keduanya sempat terlibat percakapan intens saat jeda babak pertama.

Kekalahan ini membuat Napoli belum meraih poin dalam dua pertandingan Liga Champions. Performa mereka juga menurun setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Arsenal.


Napoli Tumbang akibat Kesalahan Sendiri

Bek Napoli asal Kosovo bernomor punggung 13, Amir Rrahmani, mencetak gol pembuka dengan menaklukkan kiper Villarreal asal Brasil bernomor punggung 1, Lucio Junior, dalam pertandingan Liga Champions UEFA (fase liga, pekan ke-2) antara Villarreal CF dan SSC Napoli di Stadion La Ceramica, Vila-real, pada 14 Oktober 2026. (JOSE JORDAN/AFP)

Napoli kehilangan kendali setelah unggul lebih dahulu melalui gol Amir Rrahmani. Umpan balik Matteo Politano yang buruk membuka peluang bagi Georges Mikautadze untuk menyamakan kedudukan, sebelum Santiago Mourino membawa Villarreal unggul.

Tani Oluwaseyi kemudian memastikan kemenangan 3-1 bagi Villarreal. Napoli gagal merespons dengan baik dan harus pulang tanpa membawa poin.

"Sepak bola Liga Champions memang seperti ini; Anda berusaha melakukan yang terbaik, tetapi begitu kedudukan menjadi 1-1, Anda tidak boleh langsung kebobolan gol kedua," ujar Allegri kepada Sky Sport Italia.

Perubahan ke formasi tiga bek yang sebelumnya sukses saat Napoli menang 3-0 atas Frosinone justru membuat pertahanan mereka rentan. Serangan balik Villarreal mengekspos kelemahan lini belakang dan kurangnya kecepatan pemain bertahan Napoli.


Allegri dan De Bruyne Beda Pandangan

Gelandang Napoli, Kevin De Bruyne, saat laga Liga Champions melawan Sporting Lisbon di Stadion Diego Armando Maradona, Kamis (2/10/2025) dini hari WIB. (Alberto Pizzoli/AFP)

Ketegangan antara Allegri dan De Bruyne terlihat saat jeda babak pertama. Allegri menjelaskan bahwa ia meminta De Bruyne bermain lebih ke belakang dan mendorong Scott McTominay ke posisi yang lebih ofensif.

“Pada satu momen, saya memintanya untuk turun lebih ke belakang dan mendorong McTominay lebih ke depan, karena dia memiliki teknik yang lebih baik sementara McTominay lebih berguna dalam serangan, tetapi kami tidak saling memahami," kata Allegri.

Perbedaan pandangan itu bukan hal baru setelah Allegri sebelumnya menyatakan De Bruyne lebih cocok sebagai deep-lying playmaker. Namun, gelandang asal Belgia tersebut mengakui tidak menyukai peran yang diusulkan sang pelatih.

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Allegri di tengah buruknya hasil Napoli di Liga Champions. Dengan nol poin dari dua laga, Napoli perlu memperbaiki organisasi permainan sekaligus menyelaraskan peran pemain agar mampu bangkit pada pertandingan berikutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya