Liputan6.com, Kuala Lumpur- Maskapai berbiaya rendah Malaysia, Firefly, memperpanjang pembatalan penerbangan rute Kuala Lumpur-Singapura hingga Rabu. Keputusan ini diambil di tengah kabut asap akibat kebakaran di Indonesia yang mencemari kualitas udara di kawasan tersebut.
Dikutip dari AFP, Singapura masuk dalam daftar dua kota besar dengan tingkat polusi tertinggi di dunia pada Selasa pagi, menurut pemantau kualitas udara berbasis di Swiss, IQAir. Kebakaran di Pulau Kalimantan dan Sumatra, yang diperparah oleh fenomena cuaca El Nino yang sangat kuat, terus mengeluarkan kabut asap beracun.
Advertisement
Kebakaran tersebut memicu kabut asap pekat yang menyelimuti sejumlah wilayah dan menyebabkan puluhan ribu kasus gangguan pernapasan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin malam, Firefly mengatakan perpanjangan penghentian penerbangan yang berlaku sejak Sabtu antara Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di dekat Kuala Lumpur dan Bandara Seletar di Singapura merupakan langkah antisipasi demi keselamatan.
“Mengingat situasi cuaca yang terus berkembang, Firefly memantau perkembangan dengan saksama. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal penerbangan akan disampaikan langsung kepada pelanggan yang terdampak,” kata maskapai tersebut.
Di Singapura, pemerintah mengaktifkan skema bantuan yang memungkinkan warga memperoleh layanan kesehatan dengan biaya terjangkau untuk menangani gangguan kesehatan akibat kabut asap. Langkah ini diambil setelah indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di negara tersebut mencapai 193 pada Selasa.
Angka AQI di atas 150 dikategorikan tidak sehat, sedangkan tingkat di atas 300 dianggap berbahaya.
Singapura terakhir kali mengaktifkan skema subsidi penanganan dampak kabut asap pada 2015. Saat itu, asap dari kebakaran hutan di Indonesia menyelimuti Asia Tenggara selama berminggu-minggu, meningkatkan kasus penyakit dan memaksa penutupan sekolah serta pembatalan penerbangan.
Sementara itu, di Malaysia, sekolah-sekolah kembali dibuka di sebagian besar negara bagian pada Selasa seiring sedikit membaiknya kualitas udara. Namun, sekolah masih ditutup di tiga negara bagian, satu wilayah federal, dan sejumlah distrik.
Indonesia secara rutin menghadapi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Namun, kebakaran tahun ini semakin meluas akibat El Nino, yang diperkirakan menjadi salah satu fenomena terkuat sejak pencatatan pembanding dimulai sekitar empat dekade lalu.
Para ahli juga menyoroti praktik pembukaan lahan dengan cara menebang dan membakar vegetasi. Praktik tersebut dinilai telah mengubah bentang alam yang secara alami memiliki ketahanan terhadap kebakaran.