PBNU Dukung Kapolri Suyudi Berantas Narkoba dan Benahi Pelayanan

PBNU mendukung langkah Kapolri Suyudi memberantas narkoba sekaligus membenahi pelayanan dan penegakan hukum di tubuh Polri.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 11 Oktober 2026, 15:55 WIB
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi dan mendukung langkah tegas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam memberantas narkoba serta mendorong pembenahan pelayanan dan penegakan hukum di tubuh Polri.

Menurut Gus Ipul, operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan jajaran kepolisian di sejumlah wilayah, termasuk Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10/2026), merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami menyambut baik langkah tegas Kapolri dan jajarannya. Narkoba bukan hanya persoalan kriminalitas, tetapi ancaman serius bagi masa depan bangsa. Narkoba merusak keluarga, menghancurkan harapan orang tua, dan merampas masa depan anak-anak kita,” ujar Gus Ipul, Minggu (11/10/2026).

Gus Ipul mengatakan pemberantasan narkoba harus dilakukan secara konsisten, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Dia juga menyambut positif agenda transformasi Polri yang disampaikan Kapolri Suyudi. Agenda tersebut mencakup pembenahan organisasi dan sumber daya manusia, peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, penguatan pengawasan, hingga akuntabilitas anggaran.

Menurut Gus Ipul, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” merupakan tekad untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, responsif, transparan, dan tidak diskriminatif.

“Polisi yang kuat adalah polisi yang tegas terhadap kejahatan, tetapi dekat dan penuh kepedulian kepada rakyat,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, PBNU memandang pemberantasan narkoba, judi online, dan berbagai penyakit sosial tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya tersebut juga memerlukan keterlibatan keluarga, tokoh agama, pesantren, sekolah, dan masyarakat.

“NU dengan jaringan pesantren, ulama, dan masyarakatnya siap membangun sinergi dalam upaya pencegahan. Kita harus menciptakan lingkungan yang melindungi anak-anak dari narkoba dan berbagai ancaman sosial lainnya,” katanya.

Gus Ipul meyakini kepemimpinan Kapolri yang baru mampu menghadirkan perubahan nyata, tidak hanya dalam program dan kebijakan, tetapi juga dalam memperkuat budaya kerja yang semakin profesional serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya