Liputan6.com, Jakarta - Pendiri BitMEX Arthur Hayes mengumumkan rencana peluncuran testnet Flop Labs pada Oktober 2026. Hayes merupakan CEO proyek yang berfokus pada pengembangan teknologi AI agent tersebut.
Hal itu disampaikan Hayes dalam acara Token2049. Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (8/10/2026), setelah menjalani tahap pengujian, Flop Labs menargetkan peluncuran mainnet pada kuartal I 2027.
Advertisement
Menurut Hayes, testnet Flop Labs akan berlangsung sekitar 90 hari. Selama periode tersebut, pengguna dapat menguji infrastruktur proyek sekaligus berpartisipasi dalam tahap persiapan sebelum mainnet diluncurkan.
Tahap testnet akan digunakan untuk mengevaluasi kinerja teknis Flop Labs serta bagaimana pengguna berinteraksi dengan infrastruktur yang dikembangkan.
Setelah pengujian selama 90 hari selesai, Flop Labs direncanakan beralih ke mainnet pada kuartal pertama tahun depan.
Namun, Hayes belum memberikan tanggal pasti peluncuran mainnet.
Flop Labs merupakan proyek yang berfokus pada teknologi AI agent, yakni sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas secara lebih mandiri berdasarkan tujuan yang diberikan.
Peserta Testnet Berpeluang Dapat Airdrop FLOP
Selain menguji teknologinya, Flop Labs juga menyiapkan program insentif bagi pengguna yang mengikuti testnet.
Hayes mengatakan peserta testnet akan berpeluang memperoleh airdrop token FLOP. Namun, belum ada informasi mengenai jumlah token yang akan dibagikan.
Flop Labs juga belum mengungkap berapa banyak token yang dapat diterima setiap peserta maupun persyaratan untuk mendapatkan airdrop tersebut.
Dengan demikian, detail mengenai mekanisme distribusi FLOP masih belum diketahui.
Peluncuran testnet pada Oktober akan menjadi salah satu tahapan penting bagi Flop Labs untuk menguji teknologi AI agent yang dikembangkannya sebelum masuk ke jaringan utama.
Jika sesuai rencana, proyek tersebut akan menjalani masa pengujian sekitar 90 hari sebelum meluncurkan mainnet pada kuartal I 2027.
Peluncuran mainnet nantinya akan menjadi tahap penting untuk melihat apakah teknologi Flop Labs mampu beroperasi secara penuh dan digunakan oleh pengguna di luar fase pengujian.