Polisi Lindungi Yoo Hae Jin Usai Muncul Ancaman Terkait Film 'THE ASSASSINS'

Polisi meningkatkan pengamanan Yoo Hae Jin setelah kelompok konservatif memprotes 'THE ASSASSIN(S) dan menggelar aksi di sekitar kediamannya.

oleh Sabrina Aulia PutriDiterbitkan 07 Oktober 2026, 09:07 WIB
Yoo Hae Jin dilindungi polisi usai rumahnya didemo akibat kontroversi film 'THE ASSASSIN(S)'. (dok. Instagram.com/@hivemedia_corp)

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Korea Selatan, Yoo Hae Jin, mendapat perlindungan dari kepolisian setelah ancaman terhadap dirinya meningkat terkait film yang dibintanginya, THE ASSASSIN(S). Film tersebut mendapat kecaman keras dari sejumlah kelompok konservatif yang menuding adanya distorsi sejarah dalam ceritanya.

Melansir The Korea Times, Rabu (7/10/2026), Kepolisian Seongbuk, Seoul, memberikan smartwatch kepada Yoo Hae Jin dan mendaftarkannya dalam sistem darurat 112. Polisi juga meningkatkan patroli di sekitar kediaman sang aktor.

Meski mendapat perlindungan, aktor yang pernah membintangi film EXHUMA itu tidak ditempatkan dalam penjagaan khusus oleh seorang petugas. Seorang pejabat kepolisian mengatakan langkah perlindungan dapat dilakukan apabila terdapat alasan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan yang membahayakan.

Komisioner Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, Ko Beom Seok, mengatakan polisi akan mengambil tindakan tegas terhadap ancaman yang ditujukan kepada sang aktor. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri Kebudayaan Chae Hwi Young meminta polisi meningkatkan langkah pengamanan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam film serta mengambil tindakan tegas terhadap ancaman.


Yoo Hae Jin Dikritik karena 'THE ASSASSIN(S)'

Yoo Hae Jin mendapat kritik dari kelompok konservatif karena membintangi 'THE ASSASSIN(S)' yang dianggap mendistorsi sejarah Korea Selatan. (dok. Instagram.com/@hivemedia_corp)

Yoo Hae Jin mendapat kritik dari kelompok konservatif karena membintangi THE ASSASSIN(S). Film tersebut mengangkat kisah pembunuhan Yuk Young Su, istri mendiang Presiden Korea Selatan Park Chung Hee, pada 1974.

Kelompok konservatif mengkritik film tersebut karena menilai ceritanya seolah mengisyaratkan keterlibatan Park Chung Hee dalam kematian istrinya. Kelompok tersebut menilai film itu mengabaikan fakta bahwa Moon Se Kwang merupakan pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut

Sejumlah kelompok masyarakat sipil konservatif kemudian menggelar demonstrasi di depan kediaman Yoo Hae Jin di Seoul bagian utara. Mereka menuntut film tersebut ditarik dari bioskop serta meminta sang aktor, para pemeran lainnya dan tim produksi menyampaikan permintaan maaf.


Kontrak Iklan Yoo Hae Jin Dihentikan

Protes juga berlangsung di depan kantor pusat Burger King di Seoul bagian tengah. Yoo Hae Jin sebelumnya tampil dalam iklan waralaba tersebut.

Burger King mengonfirmasi pada Selasa (6/10/2026) bahwa pihaknya telah mengakhiri kontrak jangka pendek dengan aktor berusia 56 tahun tersebut. Namun, perusahaan restoran cepat saji itu menyatakan keputusan tersebut tidak berkaitan dengan kontroversi film THE ASSASSIN(S).

Pada hari yang sama, sebuah kelompok masyarakat sipil menggelar aksi di pusat Seoul. Mereka meminta perusahaan-perusahaan lokal membatalkan kontrak iklan dengan Yoo Hae Jin.

Kelompok demonstran lainnya berkumpul di depan Hive Media Corp., perusahaan yang memproduksi THE ASSASSIN(S). Mereka mendesak pihak produksi untuk meminta maaf kepada publik dan keluarga mendiang Park Chung Hee terkait isi film tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya