Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta wakilnya untuk ikut terjun dalam menangani mafia di sektor pangan. Penguatan upaya penanganan pun bakal dilakukan.
Ketika ditanya mengenai tugas yang akan diberikan kepada Wakil Menteri Pertanian, Muhammad Saleh Mustafa, Amran tak bicara banyak. Namun, dia tegas menyatakan kalau penumpasan mafia pangan jadi perhatiannya.
Advertisement
"Wah, salah satunya (lawan mafia)," ucap Amran di Kantor Kementan, Jakarta, dikutip Selasa (6/10/2026).
Senada, Saleh Mustafa pun menegaskan perintah tersebut akan menjadi perhatiannya. "Ya Mafia ya, namanya juga mafia bro, harusnya kita ke depankan hukum lah. Jadi mafia enggak bagus, kita hukum lah ya," tegas dia.
Mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini belum bicara mengenai sektor yang akan jadi fokusnya di tahap awal. Namun, dia menekankan perlunya pengumpulan data dan bukti untuk melawan mafia pangan.
"Ya namanya hukum ya harus ditegakkan ya berdasarkan bukti. Jadi juga jangan main apa namanya tanpa bukti ya, harus ada penyelesaian berdasarkan bukti-bukti yang ada ditemukan," beber dia.
Ancang-ancang Buka Lahan Pertanian
Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman meminta Muhammad Saleh Mustafa keliling Indonesia. Rencana buka lahan pertanian hingga kesejahteraan petani akam jadi perthatian.
Amran belum bicara lokasi khusus yang dimintanya untuk dikunjungi. Diketahui, kunjungan daerah ke titik-titik pertanian sering dilakukan Amran. Dia juga ingin wakilnya bisa mengecek ke daerah.
"Ya, seluruh Indonesia lagi cek, nanti gantian," kata Amran, saat ditanya tugas bagi Wamentan Saleh Mustafa, di Kantor Kementan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
Perintah Prabowo
Merespons hal itu, Wamentan Saleh Mustafa mengaku mendapat tugas untuk mengedepankan kedaulatan pangan. Ini juga menjadi mandat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.
"Ya mungkin ya kedaulatan pangannya kita akan hadapi ke depan ya, mungkin buka lahan, tentunya ya, buka lahan, dan kesejahteraan petani juga mungkin menjadi target," ujar dia.
Saleh masih memunggu arahan Amran soal daerah yang akan dikunjunginya terlebih dahulu. Sejalan dengan itu, dia akan turut melihar skala prioritasnya.
"Ya kita lihat saja mana prioritasnya ya, mana yang perlu kita datangin ya kita datangin, yang harus segera kita urus ya kita urus," tegas dia.