Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, ibu kota kini menempati peringkat 140 dari 1.000 kota dunia dalam Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics.
"Kita mengalami kenaikan signifikan 2 tahun ini, dari 300-an sekarang menjadi 140," kata dia di Aryaduta Hotel Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Advertisement
Pramono menilai capaian tersebut positif, namun Jakarta tetap perlu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama karena berada di kawasan Ring of Fire.
Karena itu, Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Ia juga menyoroti risiko kebakaran yang perlu diantisipasi di tengah kondisi cuaca yang masih kering.
"Karena El Nino yang panjang ini dan mudah-mudahan awal Oktober ini segera bisa turun hujan. Saya terus terang, kalau mau hujan itu selalu apa, berdoalah," papar Pramono.
Langkah Antisipasi
Pramono berharap operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan Pemprov DKI dapat menghasilkan hujan. Menurut dia, kondisi kering berkepanjangan meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.
"Kadang-kadang puntung rokok, korsleting, kemudian panas yang terlalu lama. Bahkan di Pancoran ketika markas besar Angkatan Udara, karena orang buang puntung rokok, terbakar, dan sebagainya. Sehingga dengan demikian saya meminta betul kepada seluruh jajaran untuk mengantisipasi menjaga hal ini," jelas dia.
Sebab menurut dia, saat ini, potensi kemungkinan kebakaran terjadi sangat tinggi sekali, terutama daerah-daerah yang padat penduduk.
"Seperti Tambora, Cakung, dan sebagainya. Sering kali kebakarannya dari hal-hal yang sederhana, apakah korsleting listrik, puntung rokok, dari sampah, dan sebagainya," tandas Pramono.