KAI Kebut Rekomendasi Keselamatan KNKT dan Tutup Seratusan Perlintasan Sebidang

PT Kereta Api Indonesia mempercepat pelaksanaan enam rekomendasi keselamatan KNKT pascainsiden KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 01 Oktober 2026, 21:10 WIB
Para pekerja dan petugas penyelamat memeriksa kondisi salah satu gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat tindak lanjut atas enam rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyusul insiden KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa perusahaan langsung menjalankan rekomendasi KNKT yang dapat segera diterapkan, sekaligus mempercepat kajian terhadap poin-poin yang memerlukan penyempurnaan.

“Fokus kami adalah menyelesaikan rekomendasi KNKT secara cepat dan tepat. Langkah yang bisa langsung dieksekusi, kami jalankan. Sementara yang membutuhkan kajian dan penyempurnaan, kami percepat,” ujar Bobby kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).

Enam rekomendasi KNKT tersebut mencakup penguatan prosedur dan komunikasi keselamatan, evaluasi kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan kereta, serta peningkatan kemampuan personel dalam mengenali potensi bahaya.

Bobby menambahkan, KAI menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memastikan perusahaan bersikap kooperatif serta transparan kepada pihak berwenang. KAI juga memberikan pendampingan dan bantuan hukum bagi pegawai yang terlibat dalam proses hukum tersebut.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan akan tetap kooperatif serta transparan. Di saat yang sama, kami hadir untuk mendampingi pegawai kami yang sedang menjalani proses tersebut,” ungkapnya.

 

190 Titik Prioritas

Para pekerja memeriksa kondisi lokomotif Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan salah satu gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa KAI turut memperkuat keselamatan di lapangan selama proses investigasi berlangsung. KAI telah menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang pada 11 Mei 2026, dan berhasil merealisasikan seluruh target penutupan tersebut pada 23 Juli 2026.

Sebagai langkah lanjutan, KAI menjalankan program peningkatan keselamatan di 190 titik prioritas sepanjang tahun 2026 yang tersebar di sembilan Daerah Operasi (Daop) dan empat Divisi Regional (Divre) di Jawa dan Sumatra. Program ini mencakup pembangunan gardu, pemasangan rambu, penyediaan alat keselamatan dan komunikasi, pemasangan palang pintu, hingga penyiapan Penjaga Jalan Lintasan (PJL).

Berdasarkan pembaruan data per 28 September 2026, KAI telah merampungkan pekerjaan sipil di 183 dari 190 lokasi prioritas, serta pekerjaan modular di 69 lokasi. KAI juga mencatat pemasangan rambu di 26 lokasi, palang pintu di dua lokasi, dan alat komunikasi di 87 lokasi.

Untuk mendukung operasional di 190 titik prioritas tersebut, KAI menyiapkan 748 petugas PJL bersertifikat. Khusus di JPL 86 Bekasi Timur, KAI telah menyelesaikan pembangunan pos jaga beserta pemasangan rambu, palang pintu, dan alat komunikasi.

 

Konsisten Mengedukasi

Petugas melakukan proses evakuasi gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line pasca-tabrakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Anne menegaskan bahwa KAI juga konsisten mengedukasi masyarakat terkait keselamatan jalan rel. Sepanjang 2022–2025, KAI tercatat menggelar 6.259 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, menutup 1.024 perlintasan liar dan rawan, serta mengadakan 988 kegiatan edukasi di sekolah dan tempat ibadah.

“Perbaikan ini kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, penyediaan fasilitas keselamatan, hingga edukasi publik,” tutup Anne.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya