Sosok Gus Baha, Ulama Tafsir yang Dipilih Jadi Wakil Rais Aam PBNU

KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha masuk jajaran Syuriyah PBNU masa khidmah 2026-2031 sebagai salah satu Wakil Rais Aam. Ia akan mendampingi KH Miftachul Akhyar bersama empat ulama lainnya.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 01 Oktober 2026, 19:22 WIB
KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha kini masuk dalam jajaran pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Nama KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha kini masuk dalam jajaran pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ulama asal Rembang, Jawa Tengah, itu dipercaya menjadi salah satu Wakil Rais Aam PBNU masa khidmah 2026-2031.

Nama Gus Baha diumumkan bersama susunan kepengurusan PBNU periode baru di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026) malam.

Dalam struktur tersebut, KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam. Sementara Gus Baha berada di jajaran Wakil Rais Aam bersama KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, dan KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj.

Susunan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang pengesahan komposisi dan personalia PBNU masa khidmah 2026-2031. Kepengurusan baru mulai berlaku 30 September 2026 hingga 30 September 2031.

Dalam struktur PBNU, Syuriyah merupakan pimpinan tertinggi organisasi yang memiliki tugas membina dan mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi. Karena itu, posisi Wakil Rais Aam berada dalam jajaran yang menjalankan fungsi kepemimpinan keulamaan di tubuh NU.

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan masuknya Gus Baha menjadi bagian dari kepengurusan baru merupakan hal yang berarti bagi organisasi.

"Ya, itu termasuk salah satu tokoh yang di Indonesia itu sangat menonjol. Makanya, kemudian siapapun yang bisa kita ajak dan Alhamdulillah termasuk Gus Baha itu bersedia untuk ikut menjadi pengurus di PBNU ini," kata Gus Kikin, usai mengumumkan jajaran pengurunya. 

Ulama Tafsir dari Rembang

Gus Baha dikaplok Kiai Agus Ali Mashuri, saking lucunya. (Foto Istimewa: SS YT)

 

Gus Baha dikenal luas sebagai ulama yang banyak mengkaji tafsir Al-Qur'an. Dia lahir di Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah, pada 29 September 1970.

Latar belakang keilmuan Gus Baha tidak lepas dari lingkungan keluarganya. Dia merupakan putra KH Nursalim al-Hafizh dan Hj Yuchanidz Nursalim. Dari garis ayah, Gus Baha merupakan generasi keempat dari keluarga yang dikenal sebagai ulama ahli Al-Qur'an.

Sejak kecil, dia belajar Al-Qur'an kepada ayahnya. Ketika remaja, Gus Baha kemudian berguru kepada KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Pondok Pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Rembang.

Kedekatan dengan kajian Al-Qur'an kemudian terus menjadi bagian dari aktivitasnya. Gus Baha diketahui pernah terlibat dalam Lembaga Tafsir Al-Qur'an Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sebagai Ketua Lajnah Mushaf.

Di Rembang, dia juga mengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3IA), pesantren yang didirikan ayahnya.

Aktivitas mengajar dan mengaji juga tetap menjadi bagian penting dari kesehariannya. Dalam sebuah kajian di LP3IA pada 2023, Gus Baha menyebut mengajar sebagai aktivitas yang paling dia sukai.

"Menurut saya paling selamat itu mengajar, titik. Percaya saya. Saya paling senang mengajar. Maka ketika saya boleh memilih maka saya milih mengajar," kata Gus Baha ketika itu.

 

Gaya Dakwah yang Dekat dengan Jamaah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengaku telah bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kepengurusan baru PBNU masa khidmah 2026-2031. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Nama Gus Baha juga dikenal melalui berbagai pengajian yang membahas tafsir, fikih, akhlak, dan persoalan kehidupan sehari-hari.

NU Online mencatat Gus Baha sebagai salah satu ulama yang dikenal dengan kajian keislamannya yang berbasis tafsir.

Penyampaiannya menggunakan bahasa yang sederhana sehingga materi keagamaan dibawa ke persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Meski banyak rekaman pengajiannya beredar luas di media sosial, Gus Baha disebut tidak aktif mengelola akun media sosial pribadi. Rekaman ceramahnya banyak disebarkan oleh santri, jamaah, maupun kanal komunitas.

Beberapa waktu sebelum masuk dalam struktur PBNU yang baru, Gus Baha juga hadir dalam kegiatan "Ngaji Kebangsaan" bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Pondok Pesantren LP3IA, Rembang, pada 26 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Listyo menekankan pentingnya peran ulama sebagai pemberi arah, nasihat, dan doa bagi kehidupan berbangsa. Pertemuan itu juga mengangkat pentingnya menjaga persatuan dan mengelola keberagaman sebagai kekuatan bangsa. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya