Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyebut Luky Alfirman memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan menguasai berbagai bidang fiskal, termasuk anggaran dan perimbangan keuangan.
“Kita sudah tahu beliau sudah lama di Kemenkeu. Dari kerja juga di sana, saya kira beliau menguasai banyak aspek ya, termasuk di anggaran, pernah di perimbangan keuangan, pernah di apa namanya itu, anggaran sudah pernah di DJSEF,” ujar Juda di Bogor, Kamis (1/10/2026).
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam jajaran Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Luky sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan sebelum dicopot dari posisi tersebut pada April 2026 oleh Menteri Keuangan periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa.
Dengan pelantikan Luky dan Nurkholisoh, Kementerian Keuangan kini memiliki tiga wakil menteri di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara, bersama Juda Agung yang lebih dahulu menjabat Wakil Menteri Keuangan.
Menkeu Suahasil Nazara: Satukan Pertumbuhan dan Disiplin Fiskal
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meminta jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjalankan tugas penerimaan, belanja, dan pembiayaan secara seimbang untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mengelola keuangan negara.
Suahasil menyampaikan arahan tersebut setelah melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat pada Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kementerian Keuangan, Senin (21/9/2026).
Suahasil menegaskan setiap bagian di Kementerian Keuangan memiliki tugas yang saling berkaitan dalam menjalankan fungsi fiskal negara.
“Kita adalah komponen tugas Kementerian Keuangan dan kita akhirnya bermuara memastikan bahwa setiap rupiah keuangan negara dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Suahasil dalam acara pelantikan tersebut, Senin (21/9/2026).
Suahasil mengatakan APBN memiliki fungsi untuk melindungi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
“APBN akan terus melindungi, APBN akan terus menumbuhkan,” kata Suahasil.
Permintaan Suahasil
Suahasil meminta pejabat baru menjalankan fungsi penerimaan negara dengan memahami kondisi perekonomian dan perilaku wajib pajak agar kebijakan perpajakan dapat berjalan tepat.
Suahasil juga meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memperkuat pengawasan berbasis risiko sekaligus menjalankan fungsi penerimaan dan pembinaan usaha masyarakat, terutama sektor yang berorientasi ekspor.
Pada sisi belanja, Suahasil meminta pengelolaan APBN dilakukan secara presisi agar belanja negara dapat hadir sesuai kebutuhan perekonomian.
Suahasil menekankan, seluruh jajaran Kementerian Keuangan harus bekerja sesuai tugas masing-masing untuk menjalankan fungsi penerimaan, pengawasan, belanja, dan pembiayaan negara.
Menurut Suahasil, keseimbangan pelaksanaan fungsi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Keuangan memastikan pengelolaan keuangan negara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.