Jurus Singapura Bantu Rumah Tangga Berpenghasilan Menengah hingga Rendah

Singapura berupaya meringankan biaya hidup rumah tangga berpenghasilan menengah dan rendah.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 02 Oktober 2026, 18:15 WIB
Ilustrasi Singapura (AP/Wong Maye-E)

Liputan6.com, Jakarta - Singapura akan memberikan potongan biaya tagihan utilitas kepada lebih dari satu juta rumah tangga yang memenuhi syarat pada Oktober. Potongan biaya itu berkisar  110-190 dolar Singapura atau setara Rp 1,5-2,6 juta (asumsi kurs dolar Singapura terhadap rupiah 14.020) demi meringankan biaya hidup warga.

Potongan biaya ini ditujukan bagi rumah tangga yang tinggal di flat publik yang dikelola Housing & Development Board (HDB). Kementerian Keuangan Singapura mengumumkan kebijakan ini dalam pernyataan resmi pada Rabu, dikutip dari VnExpress International, Jumat (2/10/2026).

Untuk memenuhi syarat potongan biaya utilitas U-Save, rumah tangga harus memiliki setidaknya satu pemilik atau penghuni berkewarganegaraan Singapura. Jika seluruh unit disewakan, syaratnya setidaknya ada satu penyewa berkewarganegaraan Singapura.

Rumah tangga dinyatakan tidak memenuhi syarat jika ada anggota keluarga yang memiliki lebih dari satu properti, atau jika pemilik atau penghuni utama memiliki properti swasta. Besaran potongan biaya juga bergantung pada jenis unit flat, dengan rumah tangga di unit satu dan dua kamar menerima jumlah tertinggi.

Selain U-Save, rumah tangga HDB yang memenuhi syarat turut mendapat potongan biaya senilai hingga satu bulan biaya layanan dan perawatan lingkungan, mencakup layanan kebersihan permukiman, pertamanan, pengumpulan sampah, pengendalian hama, serta perawatan fasilitas mekanis dan elektrik.

Kedua jenis potongan biaya akan dikreditkan secara otomatis ke akun rumah tangga di operator jaringan listrik SP Services dan dewan kota masing-masing. Pemberian potongan biaya ini dilakukan setiap kuartal, yakni pada April, Juli, Oktober, dan Januari.

 

Bagian dari Upaya Meringankan Biaya Hidup

Ilustrasi Bandara Changi Singapura. (dok. Shawnanggg/Unsplash.com)

Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah Singapura untuk meringankan tekanan biaya hidup bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah. The Economist menempatkan Singapura sebagai negara terkaya kedua di dunia setelah Swiss, berdasarkan produk domestik bruto (PDB) per kapita 2025.

Rumah tangga yang memenuhi syarat bisa menerima hingga 760 dolar Singapura atau Rp 10,6 juta dalam rabat U-Save sepanjang satu tahun anggaran. Ditambah rabat perawatan lingkungan setara hingga tiga setengah bulan, untuk periode April 2026 hingga Januari 2027.

Potongan biaya kuartal keempat ini muncul bersamaan dengan turunnya tarif listrik dan gas di Singapura. Penurunan terjadi seiring melandainya biaya energi pada kuartal keempat 2026.

Tarif listrik akan turun 10,4% dari kuartal sebelumnya, menjadi 28,59 sen atau Rp 4.008,6 Singapura per kWh untuk periode Oktober hingga Desember. Sementara itu, harga gas akan turun 8,6% menjadi 21,45 sen atau Rp 3.007 per kWh.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya