Liputan6.com, Jakarta - Setelah menjalani aktivitas seharian, rasanya tak ada yang lebih diinginkan selain segera merebahkan badan dan tidur nyenyak. Apalagi ketika tubuh sudah terasa lelah dan pegal, waktu istirahat tentu menjadi momen yang ditunggu untuk mengembalikan energi.
Namun, pernahkah kamu justru susah tidur meski badan sudah terasa capek? Mata masih terjaga, tubuh terasa kurang nyaman, bahkan pikiran seolah belum berhenti bekerja. Kondisi seperti ini bisa dipengaruhi berbagai faktor yang akhirnya membuat waktu istirahat kurang optimal. Lantas, apa saja yang bisa menjadi penyebab susah tidur meski tubuh sudah merasa kelelahan?
Advertisement
Apa Itu Insomnia yang Bikin Susah Tidur di Malam Hari?
Sulit terlelap sesekali bisa dialami siapa saja. Namun, ketika kondisi tersebut terus berulang dan mulai mengganggu waktu istirahat, istilah insomnia mungkin mulai terdengar familiar. Lalu, apa itu insomnia?
Secara umum, insomnia adalah gangguan tidur yang membuat seseorang mengalami kesulitan untuk mulai tidur, mempertahankan tidur, atau mendapatkan tidur berkualitas. Kondisi sulit terlelap sendiri dapat dipengaruhi berbagai hal, termasuk pikiran yang masih aktif, stres, kebiasaan menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur, hingga konsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu istirahat.
Menariknya, tubuh yang sudah lelah juga tidak selalu membuat seseorang lebih cepat terlelap. Berdasarkan studi kualitatif terhadap 75 responden yang dilakukan dalam Kantar Exploring Consumer Needs, sejumlah karyawan swasta dan mahasiswa mengalami fenomena tired but wired. Badan sudah terasa sangat lelah, tetapi otak seolah masih "menyala" karena memikirkan tugas maupun pekerjaan. Kondisi ini bisa disertai rasa gelisah, sering berganti posisi di tempat tidur, hingga tidur yang terasa kurang nyenyak.
Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya mengenali faktor pemicu sebelum menentukan obat susah tidur yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Saat Badan Pegal Membuat Istirahat Kurang Nyaman
Tak hanya pikiran yang masih aktif, kondisi tubuh setelah menjalani rutinitas seharian juga perlu diperhatikan. Perjalanan pergi-pulang kerja, terlalu lama duduk di depan laptop, lembur, pekerjaan fisik, hingga mengurus keluarga dapat membuat tubuh terasa capek dan pegal.
Kantar Exploring Consumer Needs juga menemukan adanya keterkaitan antara dimensi fisik dan mental dalam kelelahan. Pegal linu dan nyeri sendi dimaknai responden sebagai sinyal tubuh ketika mengalami kelelahan. Tekanan mental seperti tuntutan pekerjaan maupun keluarga dapat hadir bersamaan dengan keluhan fisik, sementara kelelahan fisik juga bisa diikuti kondisi seperti sulit tidur dan bad mood.
Saat pegal mulai mengganggu kenyamanan, sebagian orang mungkin mencari obat pegal linu untuk membantu meredakan keluhan. Namun, memberi kesempatan bagi tubuh untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup juga penting sebagai bagian dari proses pemulihan setelah beraktivitas.
Tidur Kurang Optimal, Aktivitas Esok Hari Bisa Ikut Terdampak
Waktu tidur yang kurang optimal bukan hanya membuat tubuh terasa belum sepenuhnya segar saat bangun. Dampaknya juga bisa terbawa ketika menjalani aktivitas pada hari berikutnya.
Masih berdasarkan studi kualitatif Kantar Exploring Consumer Needs tersebut, responden yang mengalami kelelahan dan kualitas tidur kurang baik mengeluhkan penurunan konsentrasi serta lebih mudah terdistraksi. Beberapa responden juga merasa lebih sensitif, mudah mengalami bad mood, hingga kehilangan motivasi untuk beraktivitas.
Masalah kurang tidur pun cukup relevan di Indonesia. Data survei YouGov yang dikutip Katadata menunjukkan 51% responden Indonesia terbiasa tidur enam jam atau kurang setiap harinya. Sementara itu, sebanyak 73% responden menilai durasi tidur ideal berada pada kisaran 7-9 jam per hari.
Artinya, menciptakan waktu istirahat yang nyaman penting untuk membantu tubuh memulihkan energi agar lebih siap menghadapi aktivitas keesokan harinya.
Bantu Tubuh Lebih Siap Istirahat dengan Rutinitas Malam yang Nyaman
Membangun rutinitas malam yang lebih nyaman dapat menjadi salah satu cara mengatasi susah tidur. Mulailah dengan memberikan jeda antara pekerjaan dan waktu istirahat, mengurangi penggunaan gadget menjelang tidur, membatasi konsumsi kafein pada malam hari, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman.
Ketika tubuh terasa pegal dan waktu tidur ikut terganggu, Tolak Linu Sleep bisa menjadi pilihan herbal untuk menemani rutinitas malam. Tolak Linu Sleep memadukan khasiat cabe Jawa yang membantu meredakan pegal linu dan biji pala untuk membantu merilekskan otot kaku agar tubuh terasa lebih nyaman sebelum beristirahat.
Formulanya juga dilengkapi valerian yang membantu mempercepat waktu tidur serta passion flower yang membantu menenangkan pikiran, menurunkan kecemasan, dan mencegah siklus tidur yang gelisah. Kombinasi tersebut membuat Tolak Linu Sleep dapat menjadi salah satu pilihan minuman herbal yang cocok untuk menemani bed time routine sekaligus membantu meredakan pegal linu.
Jadi, setelah menjalani hari yang panjang, jangan lupa memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat. Lengkapi rutinitas malam yang nyaman bersama Tolak Linu Sleep untuk bantu wujudkan tidur nyenyak, badan enak, sehingga tubuh lebih siap kembali beraktivitas keesokan harinya.
Tolak Linu Sleep dibeli dengan mudah di toko terdekat dan apotek modern atau secara daring melalui www.sidomunculstore.com serta Sido Muncul Official Store di berbagai marketplace favorit.