Terobos Jalur Kebakaran Gunung Kawi, Pendaki Terserang Hipotermia

Sembilan pendaki dilaporkan menerobos jalur pendakian yang sedang ditutup total akibat kebakaran hutan.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 01 Oktober 2026, 06:24 WIB
Sembilan pendaki dilaporkan menerobos jalur pendakian Gunung Kawi yang sedang ditutup total akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Liputan6.com/Hermawan Arifianto)

Liputan6.com, Jakarta - Niat menikmati keindahan alam Puncak Batu Tulis, Gunung Kawi, Kabupaten Malang, berujung situasi darurat. Sembilan pendaki dilaporkan menerobos jalur pendakian yang sedang ditutup total akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu anggota rombongan kemudian mengalami hipotermia dan harus dievakuasi tim gabungan.

Kapolsek Wagir AKP Sigit Kurniawan mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan dari Posko Siaga Merkusi mengenai kondisi salah satu pendaki.

“Sebelumnya, kami mendapatkan laporan dari Posko Siaga Merkusi terkait pendakian ilegal yang dilakukan oleh sembilan orang, satu di antaranya mengalami hipotermia,” ujar Sigit, Kamis (1/10/2026).

Berdasarkan data kepolisian, sembilan pendaki berinisial P, Y, K, D, A, G, L, H, dan S tersebut memulai pendakian pada Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka menghindari jalur resmi dan masuk melalui jalur tidak resmi di Dusun Precet, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir.

“Padahal, jalur tersebut telah ditutup sejak 4 September 2026 demi keamanan pasca-karhutla,” tambah Sigit.

Rombongan kemudian sempat bermalam di Pos 4 Puncak Batu Tulis. Pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB, salah satu pendaki bernama David mengalami penurunan kondisi hingga hipotermia. Kondisi tersebut terjadi ketika suhu tubuhnya turun di bawah 35 derajat Celsius akibat kehilangan panas tubuh.

“Menyadari situasi berbahaya, tujuh rekan korban langsung turun gunung untuk mencari bala bantuan, sementara David ditemani satu orang rekannya bertahan di Pos 4,” tambahnya.

 

Proses Evakuasi

Setelah menerima laporan, Kapolsek Wagir bersama unsur Muspika, tenaga medis Puskesmas Wagir, Perhutani, Polhut, dan relawan bergerak menuju Posko Siaga Merkusi untuk melakukan penanganan.

“Tim SAR dan empat relawan dipimpin Iwan Bodrex langsung diberangkatkan naik ke Pos 4 untuk menjemput korban,” paparnya.

Tim gabungan kemudian berhasil menangani dan mengevakuasi David dari Pos 4. Seluruh pendaki juga telah didata oleh kepolisian, sementara pihak keluarga masing-masing telah dihubungi.

Pihak berwenang menegaskan bahwa jalur pendakian Gunung Kawi masih ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pendaki setelah terjadinya karhutla.

Polisi bersama Perhutani juga akan memperketat pengawasan di sejumlah akses menuju jalur pendakian, memasang banner peringatan, serta meningkatkan sosialisasi mengenai larangan pendakian selama penutupan berlangsung.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya