4 Catatan Timnas Indonesia dalam 2 Laga FIFA ASEAN Cup 2026: Nirbobol Terjaga, Rotasi Minim

Timnas Indonesia bermain 0-0 vs Malaysia di SUGBK. Empat catatan: kartu merah di tiap laga, nirbobol, formasi nyaris sama, peluang puncak Grup A tetap ada.

oleh Radifa ArsaDiterbitkan 29 September 2026, 23:36 WIB
Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny berselebrasi setelah menjebol gawang Singapura pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia memetik satu poin saat bersua Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (28/9/2026) malam. Laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 itu berakhir tanpa pemenang, sementara dua pertandingan awal menyajikan empat catatan penting untuk Skuad Garuda.

Rangkaian temuan ini menyoroti tren disiplin, rapinya pertahanan yang belum kebobolan, pilihan taktik yang konsisten, hingga hitung-hitungan menuju puncak klasemen. Nama-nama seperti Kevin Diks ikut menghiasi dua partai fase grup tersebut.

Dua lawan yang dihadapi adalah Singapura pada partai pembuka dan Malaysia pada laga kedua. Dari situ, muncul beberapa poin yang menarik untuk dicermati jelang duel pamungkas Grup A.


Dua Laga, Dua Kartu Merah

Malaysia Vs Timnas Indonesia, Thom Haye, pada laga FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Jakarta, Senin (28-9-2026). (Dok. Official FAM Facebook)

Pada dua pertandingan Grup A yang dijalani Timnas Indonesia, wasit selalu mengeluarkan kartu merah.

Ketika berjumpa Malaysia, kartu merah diberikan kepada Thom Haye. Gelandang Persib Bandung itu awalnya hanya menerima kartu kuning usai melakukan pelanggaran ceroboh kepada Arif Aiman. Setelah peninjauan melalui VAR, hukuman ditingkatkan menjadi kartu merah.

Sementara di partai perdana kontra Singapura, pemain yang terusir adalah Safuwan Baharudin akibat pelanggaran terhadap Mitchell Baker. Keputusan tersebut juga diambil setelah review VAR.


Nirbobol Berlanjut

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam laga melawan Malaysia pada Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Walau harus berbagi satu poin melawan Malaysia, Timnas Indonesia menjaga satu capaian krusial di turnamen ini: nirbobol.

Skor tanpa gol pada laga kedua memperpanjang catatan cleansheet Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026. Sebelumnya, mereka membuka kiprah dengan kemenangan 2-0 atas Singapura.

Di duel menghadapi Malaysia, peran Maarten Paes menonjol. Kiper Indonesia itu menghadapi total 18 tembakan dari lawan, delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang.


Formasi Konsisten, Empat Bek Diandalkan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, belum mengubah pendekatan permainan di ajang ini. Dalam dua laga awal, struktur dan formasi yang dipakai relatif sama.

Garuda tetap mengandalkan lini belakang berisi empat bek. Dari komposisi starter, tidak banyak perubahan mencolok antara partai melawan Singapura dan Malaysia.

Perbedaan signifikan hanya terjadi pada satu posisi, Mitchell Baker menjadi starter saat menghadapi Singapura, lalu pada laga berikutnya tempat itu diisi oleh Thom Haye. Selebihnya, susunan pemain tetap identik.


Peluang Puncaki Grup A Masih Terbuka

Hasil dari dua laga pertama masih menjaga peluang Indonesia untuk menuntaskan fase grup di posisi teratas dan melangkah ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Pada partai pamungkas, Indonesia dijadwalkan menghadapi Bangladesh, sementara Malaysia berduel melawan Singapura. Untuk merebut puncak, Indonesia perlu menang dengan margin gol yang lebih besar daripada yang diraih Harimau Malaya.

Untuk saat ini, tim asuhan Tan Cheng Hoe memiliki selisih gol +3, sedangkan Indonesia berada di +2.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya