Kebakaran Hutan Pinus Butak Meluas, Api Mendekati Permukiman

Petugas gabungan menghadapi medan terjal dan ancaman pohon pinus tumbang saat memadamkan kebakaran di lereng Gunung Butak.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 29 September 2026, 12:55 WIB
Proses pemadaman Gunung Buthak dari tim BPBD Ngawi. (Liputan6.com/ Hermawan Arifianto)

Liputan6.com, Jakarta - Upaya pemadaman kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Butak, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, hingga Selasa (29/9/2026) masih menemui kendala. Selain dihadapkan pada luasnya lahan yang terbakar, para petugas gabungan di lapangan harus bertaruh nyawa menghadapi ancaman pohon pinus yang sewaktu-waktu bisa tumbang.

Kebakaran yang mulai melahap kawasan hutan sejak Minggu malam (27/9/2026) ini telah menghanguskan area seluas kurang lebih 40 hektare.

Medan yang terjal dan vegetasi pinus yang kering membuat api dengan cepat merambat dari Petak 2A1 meluas ke Petak 2A2, wilayah RPH Salam, BKPH Lawu Utara, KPH Lawu Ds.

Kapolsek Sine AKP Heri Riyanto menegaskan bahwa keselamatan jiwa personel menjadi prioritas mutlak dalam operasi pemadaman ini. Petugas terpaksa sangat selektif mencari posisi aman karena kondisi fisik pohon pinus yang terbakar sudah sangat rapuh.

"Sulit dipadamkan karena pohon rawan tumbang," ujarnya, Selasa (29/9/2026).

Bahaya tersebut bukan sekadar isapan jempol. Sesaat setelah petugas bergeser untuk mencari posisi yang lebih aman, sebuah pohon pinus berukuran besar tiba-tiba ambruk di lokasi sebelumnya.

 

Titik Api Pertama

Sekretaris Desa Kuniran, Widiaminto, mengungkapkan bahwa kobaran api terpantau pertama kali muncul dari kawasan bagian selatan sebelum akhirnya membesar dan melahap pepohonan pinus.

Situasi kini semakin krisis. Selain melawan ganasnya api di dalam kawasan hutan, petugas dan relawan juga harus siaga tinggi mengantisipasi pergerakan api yang mulai merayap mendekati kawasan permukiman warga di Desa Sumbersari, Kecamatan Sine.

"Sebagai langkah mitigasi darurat, petugas gabungan langsung bergerak membuat ilaran atau sekat bakar di sepanjang garis perbatasan antara hutan dan permukiman warga," tambahnya.

Pembuatan sekat ini bertujuan untuk memutus pasokan bahan bakar api sekaligus meredam laju kobaran api agar tidak menjilat rumah warga.

Hingga kini, tim gabungan masih siaga di titik-titik aman untuk mengendalikan situasi, sementara aparat berwenang terus mendalami penyebab pasti kebakaran hutan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya