Kadek Wijaya dan Putu Paramitha Jadi Pemenang Putra Putri Batik Nusantara 2026, Bawa Misi Regenerasi Batik

Pemenang Putra Putri Batik Nusantara 2026 akan berperan dalam memperkenalkan dan mengembangkan batik.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 29 September 2026, 15:00 WIB
Malam final pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026 di Jakarta, 27 September 2026. (dok. PR)

Liputan6.com, Jakarta - Mahkota Kawung Ananta dan bros Kawung Dharma menjadi bagian dari kemenangan Putu Paramitha dan Kadek Wijaya di panggung pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026. Putu membawa pulang gelar Grand Winner Putri, sedangkan Kadek meraih Grand Winner Putra.

Keduanya berasal dari Bali dan terpilih setelah melewati rangkaian seleksi bersama 28 finalis dari 15 provinsi. Gelar tersebut sekaligus menempatkan Putu dan Kadek sebagai bagian dari generasi muda yang akan menjalankan peran Putra Putri Batik Nusantara dalam memperkenalkan dan mengembangkan batik.

Inisiator PPBN sekaligus Dewan Pembina IPBN, Sapta Nirwandar, mengatakan pelibatan generasi muda menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan batik setelah mendapat pengakuan internasional pada 2009.

"Ini merupakan salah satu kemajuan yang kita capai sejak batik ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO," katanya saat final PPBN 2026 berlangsung di Jakarta, Minggu, 27 September 2026.

PPBN pertama kali digelar pada 2011 dan kini memiliki lebih dari 280 alumni. Jejaring tersebut tersebar di 38 provinsi, serta terhubung dengan berbagai pihak di lebih dari 25 negara.

Ketua Dewan Penyelenggara Utama PPBN 2026 sekaligus Ketua Umum IPBN, Ayu Dyah Pasha, mengatakan penyelenggara kini mengarahkan estafet tersebut pada Gen Z.

"Ini merupakan tongkat estafet dari pelestarian dan pengembangan batik dari generasi ke generasi. Kita sudah melewati milenial, dan tahun ini kita melewati Gen Z, bagaimana agar mereka tahu akar budaya kita dan batik ini tetap hidup di bumi Nusantara," jelas Ayu.

Setelah meraih gelar, Kadek dan Putu akan menjalankan empat pilar yang menjadi bagian dari peran Putra Putri Batik Nusantara, yaitu promosi, wirausaha, inovasi, dan edukasi.

 

Batik Derawan dan Maratua

Promosi berfokus pada perluasan cerita dan apresiasi terhadap batik Nusantara. Wirausaha menempatkan batik dalam ekosistem ekonomi kreatif. Inovasi mendorong gagasan baru agar batik dapat berkembang mengikuti perubahan. Edukasi memperkuat pemahaman mengenai batik sebagai warisan budaya.

PPBN 2026 mengangkat batik Derawan dan Maratua dari Kalimantan Timur sebagai tema penyelenggaraan. Tema tersebut menghadirkan cerita mengenai hubungan antara batik, identitas daerah, budaya, pariwisata, dan potensi ekonomi kreatif.

Para finalis berkesempatan mengenal nilai di balik karya batik sekaligus belajar menyampaikannya pada publik. Pemahaman tersebut menjadi bagian dari pembekalan yang diberikan selama karantina nasional PPBN 2026 pada 22─28 September 2026 di Jakarta.

Peserta mendapat pembekalan mengenai pengetahuan batik, public speaking, komunikasi panggung, mental resilience, emotional intelligence, etika dan table manner, personal branding, kepemimpinan, diplomasi budaya, serta pengembangan karier.

 

 

Rangkaian Agenda

Panitia juga memasukkan sejumlah kemampuan dalam penilaian, seperti authentic personality, batik knowledge, leadership, communication, diplomacy, critical thinking, performing arts, positive social media, global mindset, serta integrity and ethics.

Dewan juri berasal dari bidang pendidikan, kebudayaan, komunikasi, bisnis, seni, dan industri kreatif. Rangkaian kompetisi berlangsung melalui sejumlah agenda sebelum malam final.

Sashing Ceremony digelar pada 23 September untuk penyematan selempang resmi PPBN 2026, dilanjutkan Preliminary Night di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, pada 24 September.

Para finalis kemudian mengikuti Appreciation & Networking Soiree di LSPR Jakarta pada 25 September. PPBN 2026 menyiapkan total hadiah lebih dari Rp 1 miliar.

Para peraih Top 3 juga mendapatkan beasiswa program magister dari LSPR untuk mendukung pengembangan kapasitas mereka sebagai komunikator batik Indonesia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya