Macet Ketapang Makin Menggila dan Makan Korban, Warga Demo ASDP

Hari ini, ASDP mengerahkan 26 kapal untuk mengurai kemacetan.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 28 September 2026, 22:19 WIB
Warga Demo ASDP Macet Horor di Ketapang (Foto: Hermawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kemacetan horor yang melumpuhkan jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, akhirnya memicu kemarahan publik. Padahal, kemacetan berulang ini sudah menyebabkan nyawa melayang.

​Merasa diabaikan tersebut diabaikan, ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di Kantor ASDP Cabang Ketapang pada Senin (28/9/2026) sore. Sambil membentangkan berbagai spanduk protes, massa mendesak pihak otoritas pelabuhan segera mengcari solusi konkret atas karut-marut lalu lintas yang kian meresahkan.

​Di balik aksi protes tersebut, tersimpan sebuah kisah pilu yang dialami warga bernama Slamet. Ia kehilangan istri tercinta akibat terjebak kemacetan parah saat hendak mencari pertolongan medis.

"Istri saya meninggal di jalan," ujar Slamet, Senin (28/2026)

​Peristiwa bermula saat sang istri jatuh sakit dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, terjebak dalam antrean panjang kendaraan besar, terutama truk-truk logistik, membuat mobil Slamet tak bisa bergerak.

​Dalam situasi mendesak, Slamet nekat membonceng istrinya menggunakan sepeda motor demi menerobos kemacetan. Tragis, di tengah kepungan kendaraan di jalanan, nyawa sang istri tidak tertolong dan mengembuskan napas terakhir sebelum tiba di fasilitas kesehatan.

​Pengalaman traumatik yang dialami Slamet menjadi puncak dari keresahan kolektif masyarakat sekitar pelabuhan yang aktivitas serta perekonomiannya ikut lumpuh akibat kemacetan.

 

Ultimatum 3 Hari

macet mengular di Pelabuhan Ketapang (Foto: Hermawa/Liputan6.com)

​Dalam mediasi dengan pihak manajemen pelabuhan, warga memberikan ultimatum tegas selama tiga hari untuk melihat efektivitas penanganan masalah ini.

"Kami tadi dengan pihak terkait sepakat ada kemajuan dalam waktu tiga hari. Kalau tiga hari tidak ada solusi, kami akan datang dengan massa yang lebih besar," katanya.

 

Janji Pihak ASDP

Pihak ASDP temui pendemo (Foto: Hermawan/Liputan6.com)

Menanggapi aksi protes dan desakan warga, General Manager (GM) ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyatakan pihaknya telah menemui massa dan menerima seluruh aspirasi yang disampaikan.

​Pihak ASDP mengklaim sejumlah masukan krusial dari masyarakat telah diakomodasi dan mengajak semua pihak untuk bahu-membahu menuntaskan persoalan menahun ini.

"Saya berterima kasih kepada bapak ibu yang sudah menyampaikan aspirasinya. sudah ada beberapa hal yang suda kami akomodir. Kami berharap kita sama sama berjuang mengatasi kemacetan ini," tambah Media

Kerahkan 26 Kapal

Hari ini, kemacetan diperkirakan mengular hingga 17 kilometer pada Senin (28/9/2026). Kepadatan yang terjadi merupakan akumulasi dari gangguan operasional pada periode sebelumnya dan sempat memicu aksi blokade pelabuhan oleh sopir truk dan unjuk rasa warga Ketapang. 

​Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan, seluruh sumber daya dimaksimalkan melalui koordinasi erat bersama regulator, kepolisian, dan pemangku kepentingan terkait. Sebanyak 26 kapal dikerahkan guna mengurai kepadatan yang didominasi oleh truk logistik tersebut. Fokus utama diarahkan pada percepatan siklus pelayanan mulai dari proses sandar, bongkar-muat, hingga keberangkatan tanpa mengorbankan aspek keselamatan pelayaran.

"Penganturan kapal, dermaga , dan distribusi muatan dilakukan secara dinamis sesuai kapasitas masing-masing masing kapal. Fokus kami adalah mempercepat penguraian antrean secara aman dan terukur demi menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik," ujar Heru, Senin (28/9/2026)

Adapun 26 armada yang didistribusikan ke berbagai dermaga guna memaksimalkan kapasitas angkut.

"Di dermaga I reguler 5 kapal, dermaga MB III Reguler 5 kapal, dermaga IV 4 kapal, Dermaga LCM 8 kapal, dan perbantuan LCM Tajung Balai Gilimanuk 3 kapal serta perbantuan MB IV Tanjung Balai 1 kapal," tambahnya

​Selain itu, tantangan di lapangan turut diperparah oleh keberadaan kendaraan logistik dengan dimensi dan muatan yang beragam, sebagian bahkan terindikasi melebihi ketentuan (over dimension over load). Kondisi ini menuntut penyesuaian ekstra dalam proses pemuatan agar tetap mematuhi standar keselamatan.

Media Syahrianto juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa akibat antrean yang berlangsung sekitar tiga hari ini. Pihaknya memastikan evaluasi pola operasi terus dilakukan secara berkala.

​ASDP bersama aparat kepolisian dan instansi terkait memperketat pengaturan arus kendaraan sejak area antrean hingga ke atas kapal.

"Pengguna jasa, khususnya pengemudi kendaraan logistik, diimbau untuk senantiasa mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama," paparnya

​Dengan optimalisasi penuh yang terus berjalan, ASDP berkomitmen menjaga konektivitas vital antara Pulau Jawa dan Bali agar mobilitas warga serta rantai pasok logistik dapat segera pulih sepenuhnya secara aman dan terkendali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya