Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga penutupan perdagangan saham Senin, (28/9/2026). Penutupan IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan dan batas bawah harga saham menjadi Rp 1 dari sebelumnya Rp 50.
Mengutip data RTI, IHSG terpangkas 1,51% menjadi 6.147,85. Indeks saham LQ45 susut 1,5% menjadi 611,80. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.227,89 dan level terendah 6.140,34. Sebanyak 532 saham melemah sehingga bebani IHSG. 180 saham menguat dan 81 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.657.220 kali dengan volume perdagangan saham 37,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,6 triliun.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, koreksi IHSG pada awal pekan ini tidak hanya disebabkan penghapusan batas bawah harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1. Ia menilai, penerapan kebijakan itu menjadi katalis jangka pendek yang meningkatkan volatilitas terutama pada saham-saham berharga rendah yang sebelumnya tertekan di level Rp 50.
“Hari ini bahkan tercatat sejumlah saham turun hingga di bawah Rp50 setelah ruang price discovery dibuka. Namun, pengaruh langsungnya terhadap IHSG relatif terbatas karena saham Rp 1–Rp 50 umumnya memiliki bobot kapitalisasi yang kecil terhadap indeks,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menambahkan, IHSG juga masih menghadapi tekanan dari faktor yang lebih luas antara lain tekanan rupiah, kenaikan imbal hasil pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury, harga minyak yang tinggi, serta kecenderungan investor asing yang relatif berhati-hati.
Sebelum implementasi kebijakan baru, IHSG sendiri sudah melemah 3,09% sepanjang pekan lalu, sehingga tekanan hari ini dapat dilihat sebagai kombinasi antara sentimen global, aksi profit taking, dan proses penyesuaian terhadap perubahan mekanisme perdagangan,” ujar dia.
Batas Bawah Harga Saham Kini Rp 1
BEI menerapkan kebijakan dengan menghapus batas bawah harga saham Rp 50. Kini batas bawah harga saham menjadi Rp 1 mulai Senin, 28 September 2026. BEI menyebutkan penyesuaian utama batasan harga terendah itu diikuti dengan penyesuaian batasan auto rejection yang berlaku.
Dengan perubahan ini, saham yang sebelumnya berada pada harga Rp 50 dapat diperdagangkan dengan rentang harga lebih luas untuk meningkatkan kualitas price discovery, mendorong peningkatan likuiditas, serta memberikan fleksibilitas pelaku pasar dalam pengelolaan portofolio investasinya. Perubahan peraturan ini diatur dalam Surat Keputusan (SK) Direksi BEI yakni SK nomor Kep-00136/BEI/09-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.
Adapun ketentuan Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) yang berlaku sampai dengan 31 Desember 2026 masih mempertahankan ARB asimetris sebesar 15% untuk Efek Bersifat Ekuitas dengan harga di atas Rp 10.
Sementara itu, sejalan dengan penyesuaian batasan harga minimum menjadi Rp 1, untuk Efek dengan rentang harga Rp 1 sampai dengan Rp 10, batasan ARA dan ARB ditetapkan sebesar Rp 1. Kemudian, mulai 1 Januari 2027, ketentuan ARB akan kembali diterapkan secara simetris sesuai rentang harga.
Daftar 23 Saham Alami ARB
Berikut sejumlah saham Rp 50 yang mengalami Auto Reject Bawah (ARB) dan ditutup di posisi Rp 43 pada perdagangan saham Senin, (28/9/2026) dikutip dari data RTI:
1.PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
2.PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
3.PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
4.PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
5.PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
6.PT Megalestari Epack Sentoraya Tbk (EPACK) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
7.PT MDTV Media Technology Tbk (NETV) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
8.PT Hansel Davest Indonesia Tbk (HDIT) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
9.PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
10.PT Diamond Citra Properti Tbk (DADA) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
Daftar Saham Lainnya
11.PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
12.PT Ristia Bintang Mahkota Tbk (RBMS) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
13.PT Wijaya Karya Bangun Gedung Tbk (WEGE) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
14.PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
15.PT Modernland Realty Tbk (MDLN) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
16. PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
17.PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
18.PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
19.PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
20.PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
21.PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
22.PT MNC Tourisim Indonesia Tbk (KPGI) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.
23.PT Maxindo Karya Anugrah Tbk (MAXI) turun 14% menjadi Rp 43 per saham.