Yosafat Dwi Kurniawan Merangkai Escapism di Runway Fashion Nation 2026

Yosafat Dwi Kurniawan menghadirkan koleksi Elsewhere yang terinspirasi Arisan! 2 di panggung Fashion Nation 2026.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 29 September 2026, 09:00 WIB
Yosafat Dwi Kurniawan mempersembahkan koleksi pria Spring 2027 "Elsewhere" di panggung Fashion Nation, 25 September 2026. (dok. Senayan City)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah riuh runway Fashion Nation 2026, Yosafat Dwi Kurniawan memilih berbicara tentang keheningan. Lewat koleksi Spring 2027 bertajuk "Elsewhere," ia menginterpretasikan escapism sebagai perjalanan untuk menemukan kembali diri.

Inspirasi itu datang dari film Arisan! 2 (2011) karya Nia Dinata. Kisah tentang sekelompok sahabat, kehidupan metropolitan, persoalan personal, serta perjalanan menuju sebuah ruang yang lebih tenang menjadi titik berangkat Yosafat.

Film tersebut tidak hanya hadir sebagai referensi visual, namun menjadi cermin bagi keresahan yang dirasakan sang desainer dalam fase hidupnya sekarang. "Saya merasa terhubung dengan karakter-karakter di film ini, terutama pada usia saya saat ini," ujar Yosafat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Yosafat Dwi Kurniawan mempersembahkan koleksi pria Spring 2027 "Elsewhere" di panggung Fashion Nation, 25 September 2026. (dok. Senayan City)

Ia melihat persoalan politik, hubungan percintaan, pertemanan, dan pencarian makna hidup sebagai bagian dari realitas yang semakin kompleks ketika seseorang beranjak dewasa. "Elsewhere" kemudian menjadi semacam ruang pelarian.

Bukan pelarian dalam arti meninggalkan kehidupan sepenuhnya, melainkan kesempatan untuk mengambil jarak dari segala sesuatu yang terasa terlalu penuh. Perjalanan menjadi cara Yosafat mencari inspirasi sekaligus mengenali kembali dirinya, seperti karakter-karakter dalam film yang mencari ketenangan jauh dari hiruk-pikuk kota.

Gagasan tersebut diterjemahkan melalui 15 tampilan busana pria yang membawa atmosfer resort. Warna-warna membumi mengingatkan pada pasir keemasan, buih ombak, dan langit biru. Hitam dan putih hadir sebagai penyeimbang, menciptakan palet yang tenang sekaligus mudah dikenakan.

Perjalanan Visual

Yosafat Dwi Kurniawan mempersembahkan koleksi pria Spring 2027 "Elsewhere" di panggung Fashion Nation, 25 September 2026. (dok. Senayan City)

Material menjadi bagian penting dari perjalanan visual itu. Lyocell dan viscose linen dari Asia Pacific Rayon berpadu dengan linen, serta denim untuk menghasilkan busana yang terasa ringan. Kemeja, kemeja tanpa lengan, jaket, syal, celana, celana pendek, dan tank top membentuk siluet yang santai tanpa kehilangan karakter.

Sensualitas muncul lewat teknik slashing pada sejumlah atasan. Sayatan pada material memperlihatkan sedikit bagian kulit di baliknya, memberikan kontras antara kesan klasik dan keberanian yang lebih intim. Bagi Yosafat, resort wear memang memiliki ruang alami untuk mempertemukan kenyamanan dengan sensualitas.

Eksplorasi material berlanjut melalui motif etnik geometris yang diwujudkan dalam payet. Nuansa tribal dari berbagai destinasi wisata diterjemahkan ke permukaan busana dengan pengerjaan presisi menggunakan teknologi Nomatex. 

Warna biru hadir melalui teknik celup gradasi pada bahan lyocell. Perubahannya menyerupai debur ombak yang perlahan menjadi buih di tepian pantai, menghadirkan kesan bergerak sekaligus menenangkan.

Kedekatan Personal

Yosafat Dwi Kurniawan mempersembahkan koleksi pria Spring 2027 "Elsewhere" di panggung Fashion Nation, 25 September 2026. (dok. Senayan City)

Syal ringan dengan motif lukisan cat air karya Jerome Jonathan melengkapi sejumlah tampilan, seolah membawa potongan lanskap perjalanan ke dalam koleksi.

Bagi Yosafat, koleksi busana pria selalu memiliki kedekatan personal. Kompleksitas rancangan menjadi pantulan dari kepribadiannya, sementara pengalaman hidup memberi lapisan pada setiap gagasan yang dibawa ke dalam pakaian.

"Koleksi ini merupakan refleksi diri," kata Yosafat. Ia menggambarkan kegelisahan sebagai bagian dari proses kreatif yang justru membawanya menemukan pencerahan ketika melakukan perjalanan.

Presentasi koleksi ditutup dengan lagu Do You Realize? dari The Flaming Lips. Pilihan tersebut terasa seperti epilog bagi perjalanan yang dibangun Yosafat: sebuah pengingat bahwa di balik kesibukan, kerumitan, dan kegelisahan, manusia tetap membutuhkan ruang untuk menyadari kembali keberadaannya.

 

Panggung NEW MODE

DDRUE mempersembahkan koleksinya di panggung NEW MODE Fashion Nation, 25 September 2026. (dok. Senayan City)

Presentasi "Elsewhere" menjadi salah satu dari empat eksplorasi dalam NEW MODE Fashion Nation 2026. Sebelumnya, ddrue mempertemukan Dana Maulana dari Danjyo Hiyoji dan Dery Rizkianto dari The Rizkianto dalam label baru yang menggabungkan karakter desain berani dengan permainan detail, serta kemewahan tekstur.

Studio Vian Heritage membawa pendekatan berbeda melalui "In Translation." Koleksi tersebut menerjemahkan Chinese heritage melalui perspektif kontemporer Vivian Mazuki, menghadirkan standing collar, garis asimetris, piping, serta hand embroidery tanpa sekadar mereplikasi busana tradisional.

DIBBA bersama Purwarupa kemudian mempertemukan estetika glamor era 1980-an dengan material dan konstruksi yang terinspirasi dunia teknologi dalam koleksi XS. Empat koleksi itu memperlihatkan bagaimana satu panggung dapat menjadi ruang bagi beragam cara memandang fashion dalam perspektif yang berbeda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya