Liputan6.com, Jakarta - Ketika kamu sudah membeli pengisi daya cepat (fast charging) untuk HP Samsung, namun daya baterai terasa lama terisi, bisa jadi ada satu pengaturan di dalam sistem yang tanpa disadari belum diaktifkan.
Secara bawaan (default), Samsung sebenarnya mengaktifkan fitur fast charging menggunakan kabel. Namun, opsi ini bisa saja tidak sengaja bergeser ke posisi mati saat sedang mengulik menu Pengaturan (Settings) atau berubah secara otomatis setelah melakukan pembaruan sistem antarmuka One UI.
Advertisement
Mengutip laporan How-To Geek, Selasa (29/9/2026), posisi opsi ini tergolong tersembunyi di dalam menu pengaturan sehingga banyak pengguna yang tidak menyadarinya.
Untuk mengaktifkannya kembali, kamu cukup membuka Pengaturan (Settings) > Baterai (Battery) > Pengaturan pengisian daya (Charging settings), lalu pastikan opsi Pengisian daya cepat (Fast charging) sudah dalam posisi aktif (On).
Apakah Fast Charging Cepat Merusak Baterai?
Dahulu, banyak masyarakat merasa skeptis terhadap teknologi pengisian daya cepat karena dikhawatirkan memicu panas berlebih dan mempercepat degradasi baterai lithium-ion. Kekhawatiran ini tidak sepenuhnya salah, namun dampaknya seringkali dilebih-lebihkan.
Pengujian internal dan eksperimen pengujian 500 siklus baterai menunjukkan fast charging hanya menyumbang penurunan kesehatan baterai sekitar 0,3% hingga 0,5% saja per tahun dibandingkan pengisian lambat biasa.
Terus-menerus menggunakan pengisian daya lambat dinilai lebih merugikan dibandingkan kehilangan kapasitas baterai tambahan sebesar 2% setelah empat tahun pemakaian.
Situasi tepat untuk mematikan fitur ini adalah ketika sedang menggunakan ponsel sambil mengisi daya, demi menghindari suhu perangkat yang terlalu panas di genggaman.
Pengisian Daya Nirkabel Cepat
Tepat di bawah opsi pengisian daya cepat kabel, terdapat opsi Pengisian daya nirkabel cepat (Fast wireless charging). Fitur ini sengaja dibuat terpisah oleh Samsung karena teknologi pengisian daya nirkabel umumnya menghasilkan suhu panas yang lebih tinggi pada perangkat.
Jika kamu sering mengisi daya ponsel secara nirkabel di meja kerja atau saat tidur di malam hari, mematikan opsi fast wireless charging bukanlah ide yang buruk demi menjaga suhu perangkat tetap adem dan memperpanjang umur baterai.
Namun, jika kamu baru saja membeli pengisi daya nirkabel standar Qi2.2 yang mampu menyalurkan daya hingga 25W tetapi pengisian terasa lambat, opsi inilah yang menjadi penyebab utamanya. Pastikan kamu mengaktifkan menu tersebut untuk menikmati kecepatan pengisian nirkabel yang maksimal.
Apakah Fast Charging Merusak Baterai HP?
Dahulu, banyak orang merasa ragu menggunakan teknologi fast charging karena dikhawatirkan dapat memicu panas berlebih serta mempercepat degradasi kesehatan baterai lithium-ion. Kekhawatiran ini tidak sepenuhnya salah, namun dampaknya kerap kali dilebih-lebihkan.
Berdasarkan pengujian internal dan eksperimen pengujian 500 siklus baterai, fast charging hanya menyumbang penurunan kesehatan baterai sekitar 0,3 persen hingga 0,5 persen saja per tahun dibandingkan pengisian daya lambat biasa.
Langkah mengorbankan kecepatan dan terus-menerus menggunakan pengisian daya lambat dinilai kurang sepadan hanya demi menghindari potensi kehilangan kapasitas baterai ekstra sebesar 2 persen setelah empat tahun pemakaian.
Situasi yang paling tepat untuk mematikan fitur fast charging adalah ketika kamu terpaksa menggunakan ponsel sambil diisi dayanya, demi mencegah suhu perangkat menjadi terlalu panas di genggaman.
Cek Kepala Charger dan Kabel
Samsung bukan satu-satunya produsen yang menyematkan tombol pengatur kecepatan pengisian daya ini. Beberapa brand Android lain seperti OnePlus, Xiaomi, hingga Google Pixel juga menyediakan pengaturan serupa untuk mengoptimalkan kecepatan charging.
Kendati demikian, penentu utama kecepatan pengisian daya tetap berada pada adaptor (kepala charger) dan kabel yang digunakan. Pengisian daya biasa umumnya mentok di angka 18W atau 25W.
Sementara itu, untuk menikmati fitur pengisian daya ultra cepat (Super Fast Charging) dengan daya lebih tinggi, kamu wajib menggunakan pengisi daya yang mendukung protokol USB Power Delivery (USB-PD) dengan teknologi Programmable Power Supply (PPS) serta kabel data yang sesuai.
Jika kamu tidak melihat munculnya notifikasi Super Fast Charging saat mencolokkan kabel—padahal opsi pengisian cepat di menu pengaturan sudah aktif—kemungkinan besar kendalanya berada pada kualitas kabel atau adaptor charger milikmu.