Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi isu yang menyebut anaknya terlibat dalam perundungan atau bullying di sekolah.
Dia meminta awak media menanyakan dan meminta penjelasan langsung kepada Insan Cendekia Madani (ICM) selaku pihak sekolah.
Advertisement
"Tanya ke ICM, tanya ke sekolahnya," kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026).
Dia menekankan bahwa saat ini banyak kabar bohong atau hoaks yang beredar di masyarakat. Dahnil menyebut isu soal anaknya terlibat perundungan tidak benar.
"Kan sekarang hoaks banyak sekali," ucapnya.
"Hoaks. Banyak sekali yang, ditanya ke pihak sekolah," sambung Dahnil.
Anak Pejabat Diduga Terlibat Bullying di Sekolah ICM Tangsel
Seorang anak pejabat diduga menjadi pelaku bullying hingga menyebabkan korban terluka. Peristiwa tersebut terjadi di sekolah swasta Insan Cendikia Madani (ICM) di Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Informasi tersebut mencuat setelah unggahan di media sosial Threads viral. Akun yang mengaku sebagai salah satu keluarga korban menyebut, kejadian berlangsung pada 26 Agustus 2026 di lapangan sekolah tersebut.
Awalnya, kedua tangan korban dipegang ke belakang. Korban kemudian diposisikan duduk, sementara mata dan mulutnya ditutup menggunakan dasi. Setelah itu, korban dipukuli menggunakan buku dan dilempari karet rumput sintetis.
"Kejadian cukup lama, hingga akhirnya korban dilepaskan. Baru teman-teman seangkatan korban berani menghampiri, dan mengatakan bahwa telinga korban berdarah, ternyata luka robek yang perlu dijahit (diduga luka dari benda tajam, bisa dari name tag besi atau bisa dari ring besi kacu pramuka," unggah akun paper.thoughts35.
Diduga, terdapat enam pelaku yang merupakan senior korban. Aksi bullying tersebut terjadi saat kegiatan Pramuka di sekolah tersebut.
Menanggapi informasi tersebut, Kasie Humas Polres Tangsel Iptu Yuni meminta waktu untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Mohon waktu ya," singkatnya.