Adu Popularitas 5 Brand Thai Tea di Indonesia, Mana yang Paling Favorit?

Survei Jakpat mengungkap popularitas lima brand Thai tea di Indonesia, kebiasaan konsumsi, hingga persepsi rasa autentik di kalangan konsumen.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 28 September 2026, 17:00 WIB
cheese thai tea/ copyright: unsplash/tomas jasovsky

 

 

 

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan di kategori Thai tea di Indonesia mempertemukan sejumlah brand dengan karakter dan basis konsumen yang berbeda. Survei Jakpat terhadap 300 konsumen menunjukkan lima brand yang paling banyak dikonsumsi dalam tiga bulan terakhir.

Chatime dan Kopi Kenangan berada di posisi teratas dengan persentase yang sama, yakni 28 persen responden. Dum Dum Thai Drinks menyusul dengan 13 persen, kemudian Es Teh Indonesia sebesar 11 persen dan haus! dengan 9 persen.

"Di kategori Thai tea, konsumen bisa punya pertimbangan yang berbeda dalam memilih sebuah brand," kata Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, dalam keterangannya pada Lifestyle Liputan6.com, Senin (28/9/2026).

Komposisi tersebut memperlihatkan persaingan yang cukup ketat di dua posisi teratas. Chatime dan Kopi Kenangan mencatat porsi konsumsi lebih dari dua kali lipat dibandingkan Dum Dum Thai Drinks yang berada di posisi berikutnya.

Peta persaingan berubah ketika konsumen menilai autentisitas rasa Thai tea. Dum Dum Thai Drinks mencatat persentase tertinggi dengan 82 persen responden yang menilai rasa produknya autentik.

Chatime berada di posisi berikutnya dengan 71 persen. Kopi Kenangan memperoleh 63 persen, sedangkan haus! dan Es Teh Indonesia masing-masing mencatat 57 persen dan 52 persen.

"Salah satunya terlihat dari Dum Dum Thai Drinks, yang lebih menonjol pada persepsi rasa yang enak dan autentik, dan hal ini juga terlihat pada tingkat kepuasan konsumennya," tutur Hasna.

 

 

Pola Konsumsi Thai Tea

Thai Tea Original (sumber: Alex Boyd/Unsplash)

Persaingan lima brand tersebut berlangsung di tengah pola konsumsi Thai tea yang cukup rutin, meski minuman ini belum menjadi pilihan harian bagi mayoritas responden. Sebanyak 48 persen konsumen menikmati Thai tea satu hingga tiga kali dalam sebulan.

Kelompok berikutnya mengonsumsi Thai tea satu hingga tiga kali seminggu dengan persentase 36 persen. Konsumen yang menikmati minuman tersebut empat hingga enam kali seminggu mencapai 12 persen, sedangkan konsumsi setiap hari hanya tercatat pada 4 persen responden.

Pola tersebut menunjukkan bahwa Thai tea lebih banyak hadir sebagai pilihan minuman pada waktu atau kesempatan tertentu. Konsumen juga memiliki beberapa cara untuk menikmati minuman tersebut, baik melalui gerai maupun produk yang dapat dikonsumsi di luar gerai.

 

Thai Tea Siap Minum

Thai Tea (Katlyn Boone/Unsplash)

Seluruh responden dalam survei pernah membeli Thai tea yang diracik langsung di gerai atau stan dan disajikan dalam kemasan cup untuk dibawa pergi. Lebih dari separuh responden juga mengonsumsi Thai tea siap minum.

Sebanyak 31 persen responden memilih membuat Thai tea sendiri menggunakan produk bubuk. Keragaman format konsumsi tersebut memperlihatkan bahwa pilihan konsumen tidak hanya bergantung pada pembelian minuman yang diracik langsung di gerai.

Popularitas sebuah brand juga berlangsung di tengah banyaknya pilihan minuman lain. Konsumen dapat mengenal sebuah brand karena kemudahan menemukannya, tapi pengalaman setelah mencoba produk turut menjadi pertimbangan.

Hasna menilai pengalaman terhadap produk memiliki peran dalam pilihan konsumen di kategori Thai tea. Faktor tersebut berjalan bersama tingkat pengenalan terhadap brand dan kemudahan konsumen menemukan produk.

"Selain awareness dan kemudahan menemukan brand, pengalaman terhadap produknya sendiri tetap menjadi bagian penting dalam pilihan konsumen," tandasnya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya