Liputan6.com, Jakarta - PT MRT Jakarta menyiapkan sejumlah proyek Transit Oriented Development (TOD) di sepanjang koridor MRT, termasuk di kawasan Kota yang diproyeksikan menjadi salah satu pengembangan besar setelah MRT tersambung hingga kawasan tersebut.
Division Head Property Management Division PT MRT Jakarta, Muchamad Iqbal Bimo Arifianto mengatakan, kawasan Kota memiliki potensi besar karena terhubung dengan berbagai moda transportasi sekaligus memiliki kawasan bersejarah yang menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangannya.
Advertisement
“Kota akan menjadi suatu kawasan yang besar, yang memang dilewati dan itu tantangannya cukup besar, heritage. Juga terhubung dengan Stasiun Kota-nya KRL (kereta rel listrik),” kata Bimo dalam rangkaian MRT Jakarta Fellowship Program, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Karakteristiknya membuat kawasan Kota memiliki nilai lebih dalam pengembangan TOD. Bahkan, Bimo menyebut Kota dapat menjadi “next Manggarai” dengan nilai kawasan yang lebih besar karena mempunyai berbagai peninggalan bersejarah.
“Sehingga kita sasar Kota itu mungkin akan menjadi next Manggarai atau yang memang lebih punya value, karena di sana ada peninggalan-peninggalan yang historik ya. Sehingga saya rasa Kota akan menjadi yang utama,” ucap Bimo.
MRT Jakarta, lanjut dia menyiapkan sejumlah pengembangan properti dan integrasi antarmoda untuk menciptakan kawasan perkotaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan terkoneksi.
Menurut Bimo, untuk kawasan Kota Tua, proyek TOD yang disiapkan meliputi The Heritage Hub Kalibesar, UPK Kota Development, Combined Building, dan Lada Development. Sementara XGL Mixed-Use berada di kawasan Glodok-Kota.
Integrasi Antarmoda dan Konektivitas Lingkungan
Selain kawasan Kota, MRT juga menyiapkan proyek TOD di sejumlah titik lain. Di Blok M, disiapkan Ultimate Development Blok M, sedangkan di Lebak Bulus disiapkan Lebak Bulus Park & Ride.
Pengembangan lainnya mencakup Thamrin Asset Development di Thamrin, Extended Concourse di Bundaran HI, serta Pedestrian Deck di Dukuh Atas.
Rangkaian proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus mengoptimalkan nilai lahan di sekitar koridor MRT.
Oleh sebab itu, rencana pengembangannya dirancang tidak hanya menyasar bangunan atau kawasan komersial, tetapi juga integrasi antarmoda dan konektivitas dengan lingkungan di sekitar stasiun.
“Kita akan ke sana ketika MRT sudah sampai Kota, yang mudah-mudahan terselesaikan di 2029,” kata Bimo.