Sebelum Meninggal Dunia, Guruh Soekarnoputra Sakit Selama 2 Minggu

Seniman dan politisi Guruh Soekarnoputra diketahui menderita sakit selama 2 minggu belakangan. Baca selengkapnya di sini yuk...

oleh Wulan Noviarina AnggrainiDiterbitkan 26 September 2026, 11:36 WIB
Red Carpet FFI 2016 (Adrian Putra/bintang.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sebelum meninggal dunia, Guruh Soekarnoputra diketahui sudah menderita sakit selama kurang lebih dua minggu belakangan ini. Musisi legendaris yang dikenal sebagai pencipta lagu Kala Cinta Menggoda tersebut sempat menjalani perawatan di RS Siloam Semanggi, Jakarta.

Kabar mengenai kondisi kesehatan Guruh sebelumnya dikonfirmasi oleh politikus sekaligus juru bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli. Guruh sendiri diketahui merupakan anggota PDIP.

Kabar tersebut kemudian mengundang perhatian dari keluarga besar partai maupun para penggemar. Doa untuk kesembuhan Guruh juga ramai disampaikan setelah kabar mengenai kondisi kesehatannya beredar.


Sempat Jalani Terapi Stem Cell

Guruh Soekarnoputra (Istimewa)

Beberapa bulan sebelum kondisi kesehatannya kembali menjadi sorotan, Guruh diketahui sempat menjalani terapi stem cell pada awal 2026. Terapi tersebut dilakukan bersama Prof. dr. Deby Vinski dan dokter spesialis ortopedi dr. Sunaryo Kusumo di Celltech Stem Cell Centre, RSPPN Panglima Besar Soedirman, Jakarta.

Saat itu, Guruh menjalani program knee rejuvenation serta vitality and wellness. Keputusan tersebut diambil karena Guruh mulai merasakan gangguan pada fungsi lutut yang menghambat aktivitas sehari-harinya.

Guruh pernah mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kesulitan ketika hendak berdiri setelah jongkok. Pada awalnya, ia masih bisa menggunakan tangannya sebagai tumpuan. Namun, kondisi tersebut perlahan semakin mengganggu hingga membutuhkan bantuan orang lain. "Buat saya ini mengganggu," ujar Guruh kala itu.

Sebagai sosok yang lekat dengan dunia seni, olahraga dan menari merupakan bagian dari aktivitas Guruh. Karena itu, gangguan pada lutut tersebut cukup memengaruhi kesehariannya.


Ingin Panjang Umur dalam Kondisi Sehat

Guruh menjalani terapi bukan semata-mata untuk memperpanjang usia. Ia ingin tetap sehat dan mampu menjalankan aktivitas serta pengabdiannya kepada Indonesia.

"Karena saya ingin umur panjang dalam keadaan selalu muda sehat terus. Saya sudah berkomitmen bahwa sepanjang hidup ini untuk pengabdian terhadap negara dan bangsa Indonesia tercinta," ungkapnya.

Guruh juga memiliki keinginan untuk menyaksikan Indonesia menjadi negara yang berjaya. Ia berharap Indonesia dapat menjadi mercusuar sekaligus teladan bagi negara-negara lain di dunia. Keinginan tersebut membuat Guruh merasa perlu menjaga kesehatan agar tetap bisa berkarya dan menyaksikan perkembangan Indonesia.

Lanjut Baca:

Dalam terapi yang dijalaninya, Guruh menggunakan teknologi C-Arm fluoroscopy. Teknologi tersebut memungkinkan dokter melihat proses pemberian terapi secara real-time melalui layar monitor. Setelah menjalani terapi, Guruh mengaku merasakan adanya perubahan pada kondisi tubuhnya. "Saya betul-betul merasa ada perbaikan," kata Guruh. Dokter Sunaryo Kusumo juga sempat melihat langsung semangat Guruh dalam menjalani proses tersebut. Ia menilai Guruh memiliki motivasi kuat untuk tetap menjaga kebugaran dan menjalani aktivitasnya. Namun, beberapa bulan kemudian kondisi kesehatan Guruh kembali menurun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya