Liputan6.com, Pretoria - Dengan membawa penjepit dan sosis, ribuan warga Afrika Selatan yang bersemangat dan lapar berkumpul pada hari libur nasional pada hari Kamis untuk mencoba memecahkan rekor dunia untuk acara barbeku terbesar.
Dikutip dari AP News, Senin (28/9/2026), rekor yang harus dipecahkan untuk jumlah orang terbanyak yang memanggang secara bersamaan adalah 2.220 orang yang terjadi di Kota Ishigaki, Jepang pada tahun 2023.
Advertisement
Para peserta dari Afrika Selatan, yang sempat mencoba tahun lalu tapi gagal, berbondong-bondong datang ke stadion olahraga di ibu kota, Pretoria, untuk mengambil posisi di sekitar 500 stan pemanggang. Panitia berkata mereka memperkirakan ada sekitar 3.000 peserta.
Menurut juri dari Guinness World Records yang melihat acara tersebut, ada aturan ketat, yaitu peserta harus memanggang secara bersamaan selama minimal lima menit agar dihitung.
"Dan jika ada yang pergi, mereka akan didiskualifikasi," tutur juri tersebut, Paulina Sapinska, yang mengenakan blazer biru dan dasi serta memegang papan klip yang terlihat resmi ketika ia memantau kegiatan memanggang sosis dan burger secara massal.
Memanggang daging di luar ruangan menggunakan api kayu, arang, atau gas adalah kegiatan rekreasi yang masyarakat Afrika Selatan gemari, sama halnya seperti di Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara lain.
Hari Libur Nasional Braai Day
Di Afrika Selatan, kegiatan ini bernama "braai," dan salah satu jenis daging yang menjadi favorit adalah sosis gemuk yang melingkar dan dikenal sebagai boerewors, yang memiliki arti "sosis petani." Namun, ada juga burger, steak, dan potongan daging yang dipanggang untuk upaya memecahkan rekor tersebut.
Kegiatan memanggang massal ini dilaksanakan saat Heritage Day, hari libur nasional di mana masyarakat Afrika Selatan yang multiras dan multikultural memamerkan dan merayakan warisan budaya masing-masing.
Hari libur ini secara tidak resmi dikenal sebagai "Braai Day" karena masyarakat di seluruh negeri merasakan kecintaan terhadap barbeku dan itu cara untuk banyak warga Afrika selatan merayakannya.
Salah satu peserta, Alex Coetzee, berkata ia juga ikut serta di percobaan tahun 2025, ketika Afrika Selatan gagal karena terlalu banyak orang yang meninggalkan stan pemanggangannya.
"Kali ini pasti akan lebih baik," tutur Coetzee, yang memakai kaus bermotif warna-warna bendera Afrika Selatan. "Kami benar-benar akan memecahkan rekor dunia kali ini. Rekor tersebut milik warga Afrika Selatan, dan itulah hal terpenting."
Juri Rekor Dunia Guinness, Sapinska, membuat seluruh negeri tegang dengan berkata ia dan para juri lainnya sedang meninjau bukti-bukti, dan keputusan akhir tentang apakah akan ada juara dunia barbeku mungkin akan diumumkan di hari Jumat.