Kalapas Cibinong Jawab Kabar Pungli hingga Fasilitas Simulator Golf

Kalapas Cibinong membantah semuanya.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 25 September 2026, 12:30 WIB
Peta di Lapas Cibinong (Liputan6.com/ Djoko Poerwanto)

Liputan6.com, Jakarta - Isu pungutan liar (pungli) Rp 150 ribu per pekan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, dibantah Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto. Wisnu mendampingi Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto bersama Menteri Imipas Agus Andrianto yang melakukan sidak menindaklanjuti temuan Ombudsman.

“Alhamdulillah tidak ada di sini,” kata Wisnu kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

Wisnu mengatakan, jika memang ada pungli di Lapas Cibinong, informasi tersebut bisa langsung disampaikan kepada pihaknya untuk dibuktikan.

“Kalau ada pungli, bisa disampaikan langsung dan bisa dibuktikan, Insya Allah tidak ada,” ujarnya.

Wisnu juga sempat ditanya soal fasilitas simulator golf di area yang sama seperti paparan Ombudsman. Tapi Wisnu membantah.

"Hanya tempat faskes olahraga saja, di samping, gym," katanya singkat.

 

Janji Menteri Imipas Menelusuri

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengatakan pihaknya masih mendalami dugaan adanya pembayaran untuk mendapatkan fasilitas khusus di kompleks lapas.

Agus menyebut keterangan sementara dari petugas menyatakan bangunan tersebut merupakan rumah pegawai. Namun, pihaknya akan memeriksa apakah bangunan itu dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

“Ini yang akan didalami. Jadi kalau keterangan petugas ini adalah rumah pegawai, tapi apakah dimanfaatkan untuk kepentingan yang lain, itu akan kita dalami bersama-sama dengan tim Bappisus,” kata Agus.

Termasuk informasi bahwa bangunan tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan lain, Agus memastikan akan ditelusuri.

“Iya, nanti akan ditelusuri,” ujarnya.

Agus juga mengaku belum mengetahui identitas orang yang terlihat buru-buru masuk ke bangunan tersebut saat Ombudsman melakukan sidak sebelumnya.

“Belum tahu. Tapi tadi sudah disampaikan bahwa di sini ada petugas, ada juga orang yang bekerja membersihkan. Kemudian ini akan kita dalami,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya