BI dan Bank Sentral Timor Leste Jajaki QRIS Antarnegara

Kesepakatan ini menjadi landasan pengembangan konektivitas pembayaran antara Indonesia dan Timor-Leste, termasuk penjajakan QRIS.

oleh NurmayantiDiterbitkan 25 September 2026, 12:30 WIB
Gubernur BI, Destry Damayanti dan Gubernur BCTL, Hélder Lopes menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat hubungan dan kerja sama kedua bank sentral di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital. Salah satunya QRIS. Dok BI

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Banco Central de Timor-Leste (BCTL) menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat hubungan dan kerja sama kedua bank sentral di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital.

Penandatanganan dilakukan Gubernur BI, Destry Damayanti dan Gubernur BCTL, Hélder Lopes dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

BACA JUGA: Diakui Dunia, QRIS Sabet Penghargaan di New York

BI dan BCTL berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang sistem pembayaran dan setelmen serta inovasi keuangan digital, termasuk melalui pertukaran informasi dan penguatan hubungan antarkedua bank sentral.

"Kesepakatan ini menjadi landasan pengembangan konektivitas pembayaran antara Indonesia dan Timor-Leste, termasuk penjajakan QRIS Antarnegara sebagai salah satu implementasi kerja sama," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendukung transaksi dan aktivitas ekonomi kedua negara, serta mewujudkan pembayaran lintas batas yang lebih mudah, efisien, aman, dan inklusif.

 

 

Transaksi QRIS Tumbuh 67%

SeaBank terus berkomitmen menghadirkan fitur dan inovasi sesuai dengan kebutuhan nasabah. Terbaru, fitur QRIS telah bisa digunakan di aplikasi SeaBank untuk melayani berbagai aktivitas belanja nasabah. (Dok SeaBank)

Transaksi QRIS tumbuh melesat hingga 67,2% secara tahunan (year-on-year) pada Agustus 2026. Lonjakan ini sejalan dengan makin meluasnya adopsi pembayaran digital, di mana jumlah pengguna QRIS di Tanah Air kini telah menyentuh angka 67 juta orang.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyampaikan bahwa jumlah pengguna QRIS tersebut sudah setara dengan seperempat total populasi penduduk Indonesia. Masifnya tren ini secara langsung mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi harian.

"QRIS, kalau kita lihat sekarang penggunanya sudah 67 juta. Artinya, sudah satu per empat dari penduduk Indonesia menggunakan QRIS," kata Destry dalam konferensi pers FEKDI X IFSE 2026 di Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Destry menjelaskan, pergeseran ke ekosistem digital membuat penggunaan uang tunai dalam aktivitas belanja harian kian terbatas. Masyarakat kini lebih nyaman menggunakan QRIS untuk berbagai keperluan, termasuk saat bertransaksi di pasar tradisional.

"Jadi tentu saja kalau kita lihat, karena banyak yang menggunakan sistem digital, penggunaan cash kan jadi terbatas. Kita bisa lihat di beberapa acara, kalau kita sekarang belanja di pasar, mereka lebih suka pakai QRIS ketimbang uang cash," ujar Destry.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya