Kondisi Ratusan Korban Keracunan MBG di Batang

Para korban menjalani perawatan di RSUD Batang

oleh Arief PramonoDiterbitkan 25 September 2026, 06:02 WIB
Korban keracunan MBG di Batang

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Ida Susilaksmi menuturkan, kondisi para pasien dugaan keracunan makan bergizi gratis  (MBG) di Kecamatan Bawang membaik dalam perawatan di RSUD Batang, Kamis (24/9/2026). Dia membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam kasus tersebut.

“Sejauh saya memantau, kondisi aman. Tadi pagi saya memantau di RSUD Batang, tadi malam saya sampai pukul 23.45 WIB, tadi pagi pukul 05.30 WIB saya ke situ lagi hingga 06.30 WIB. Aman, alhamdulillah, kondisinya sudah membaik semuanya,” kata Ida.

Ida menyebut bahwa membaiknya kondisi pasien terlihat dari berkurangnya sejumlah gejala yang sebelumnya dialami. Seperti diare, mual, muntah dan pusing.

"Misalnya tadinya mencret berkali-kali terus jadi berkurang, tadinya ada mual muntah sekarang enggak, tadinya pusing-pusing enggak, " tukasnya.

Ida juga menegaskan, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia dalam kasus dugaan keracunan MBG tersebut. Apabila terdapat pasien yang meninggal, fasilitas pelayanan kesehatan segera melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Kesehatan.

“Kalau ada laporan yang meninggal pasti iya. Kalau ada yang meninggal pasti kita langsung ditelepon. Belum meninggal pun pasti sudah telepon,” tegasnya.

Kabar mengenai adanya korban meninggal dunia, imbuh Ida, kemungkinan berasal dari informasi mengenai orang lain yang meninggal dunia tetapi tidak berkaitan dengan kasus dugaan keracunan MBG di Bawang.

“Mungkin ada orang meninggal, tapi meninggalnya bukan kasus yang ini (Keracunan MBG), mungkin dia kan enggak ngerti juga. Dinkes saat ini masih memprioritaskan penanganan dan pemantauan kondisi pasien,” terangnya.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan juga memastikan seluruh korban dugaan keracunan makanan program MBG di Kecamatan Bawang mendapatkan penanganan medis secara optimal.

Penegasan itu disampaikan Faiz saat menengok korban yang masih menjalani rawat inap di RSUD Batang.

Menurut Faiz, pihak Pemkab Batang memastikan kesiapan ketersediaan tempat tidur, alat kesehatan, obat-obatan, tenaga medis hingga armada ambulans. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pasien susulan.

"Untuk bed, alat kesehatan, obat-obatan semua aman. Baik di RSUD Batang, RSUD Limpung maupun Puskesmas lainnya, stok obat kita pastikan mencukupi, " paparnya.

Faiz menyebut bahwa jumlah korban hingga saat ini mencapai kisaran 300 orang. Sebelumnya hingga Kamis dini hari, tercatat sebanyak 276 orang dan masih terus mengalami pembaruan.

Faiz memaparkan, para korban yang mendapatkan penanganan memiliki rentang usia yang cukup beragam. Mulai dari bayi berusia 10 bulan hingga orang dewasa dan lanjut usia.

Faiz juga memastikan bahwa seluruh biaya perawatan dan pengobatan para korban ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Kebijakan ini diambil, karena kejadian dugaan keracunan MBG ini dikategorikan sebagai kondisi force majeure.

"Untuk biaya pengobatan dan perawatan semuanya ditanggung pemerintah daerah. Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut, " tegas Faiz.

 

Pemkab Batang terus memantau perkembangan kondisi seluruh pasien yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Selain menangani korban, Pemkab Batang melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersangkutan menyediakan makanan MBG.

Faiz menambahkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tersebut untuk melakukan monitoring, evaluasi dan audit terhadap SPPG yang bersangkutan.

"Kalau nanti ada rekomendasi penutupan dari Pemerintah daerah, maka pihak BGN akan menutup SPPG tersebut, " tukasnya.

Langkah evaluasi terhadap SPPG diperlukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan MBG berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan kejadian serupa.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Pemkab Batang, proses memasak makanan di SPPG yang bersangkutan dimulai sekitar pukul 02.00 WIB.

Selanjutnya, proses pemorsian selesai pukul 09.00 WIB. Dilanjutkan distribusi makanan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.

Namun, Faiz menegaskan informasi tersebut masih menjadi bagian dari bahan investigasi. Karena itu belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian.

“Perawat, tenaga medis, serta armada ambulans diminta tetap dalam kondisi siap memberikan pelayanan. Penanganan pasien dilakukan dengan menyesuaikan kapasitas fasilitas kesehatan yang tersedia, " tambahnya.

Pemkab Batang memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama. Selain itu, menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya