Lansia Tewas Usai Tertabrak Kereta, KAI Buka Suara

Korban tertabrak kereta saat berjalan pulang ke rumah.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 25 September 2026, 05:44 WIB
Lansia di Sukabumi tewas usai tertabrak kereta

Liputan6.com, Jakarta - Seorang wanita lansia berinisial M (63) tewas tertabrak Kereta Api (KA) Pangrango rute Sukabumi–Bogor Paledang di lintasan Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

Peristiwa ini sempat menyita perhatian warga sekitar yang mendatangi tempat kejadian perkara untuk melihat proses penanganan lokasi dan evakuasi korban.

Ketua RW 07 Desa Karangtengah, Pijar Muhtar, membenarkan bahwa korban merupakan warganya yang berdomisili di RT 05/RW 07. Dia Ia menjelaskan bahwa musibah terjadi sewaktu korban sedang berjalan pulang usai menjual barang bekas.

"Ibu Mimin ini sehari-hari berdagang ayam goreng. Kebetulan saat itu dia baru selesai menjual barang rongsokan yang dikumpulkannya," kata Pijar.

Menurut Pijar, korban tidak menyadari kedatangan kereta api saat berjalan menyusuri tepi lintasan hingga akhirnya tersenggol dan terlempar.

"Pas perjalanan pulang berjalan di tepi rel, beliau terserempet kereta dan langsung terlempar ke pinggir," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa korban berjalan seorang diri saat hendak menuju kediamannya yang berjarak tidak jauh dari lokasi perlintasan.

"Korban berjalan seorang diri saat hendak menuju kediamannya yang berjarak tidak jauh dari lintasan kereta," tuturnya.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang melibatkan KA Pangrango PLB 227A di Km 43+1/2 petak Cisaat–Cibadak tersebut.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa petugas KAI bersama tim pengamanan Stasiun Karangtengah langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan tindakan pengamanan.

"Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian KA Pangrango. Setelah dipastikan aman dan tidak terdapat gangguan, kereta dapat kembali melanjutkan perjalanan," jelas Franoto.

Insiden ini sempat memicu keterlambatan operasional KA Pangrango sekitar tiga menit. KAI kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di area lintasan rel demi keselamatan bersama.

"Kami mengingatkan warga untuk tidak beraktivitas, berjalan, atau berdiam diri di rel. Kereta api memiliki jarak pengereman yang panjang sehingga tidak bisa berhenti mendadak," pungkas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya