10 Singa Ditemukan Mati di Tanzania, Diduga Keracunan

Meskipun singa adalah satwa terbanyak di Tanzania, populasi hewan tersebut dilaporkan sedang menurun.

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 25 September 2026, 20:30 WIB
Singa di Kawasan Area Konservasi Ngorongoro, Tanzania (AP/Mosa'ab Elshamy, File)

Liputan6.com, Dodoma - Pihak berwenang di Tanzania utara menduga racun mungkin menjadi penyebab kematian 10 ekor singa di dalam kawasan konservasi yang dilindungi dan situs Warisan Dunia UNESCO.

Dikutip dari AP News, Jumat (25/9/2026), menurut kelompok konservasi yang mengawasi situs tersebut, singa-singa itu ditemukan pada hari Jumat tanggal 18 September di kawasan Ndutu yang masih bagian dari Kawasan Konservasi Ngorongoro.

"Temuan awal menunjukkan bahwa hewan-hewan tersebut kemungkinan besar mati setelah menelan racun," tutur Otoritas Kawasan Konservasi Ngorongoro dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan penyebab pasti kematian-kematian di dalam wilayah tempat satwa liar, termasuk singa, gajah, dan badak hitam yang hidup berdampingan dengan masyarakat pengembala Maasai yang semi-nomaden.

Menurut National Public Radio, hewan-hewan besar sedang dalam ancaman di seluruh Afrika Timur, di tempat-tempat di mana sering terjadi konflik dengan manusia. Sebuah investigasi sedang dilakukan di negara tetangga Kenya, yang selama musim panas, 18 gajah mati dengan dugaan keracunan dan polisi sudah menangkap empat orang.

Media tersebut juga menyebutkan bahwa Tanzania adalah rumah untuk populasi singa terbesar di Afrika, sekitar setengah dari singa liar di dunia. Namun, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengklasifikasikan singa sebagai spesies yang rentan dan menyebutkan bahwa jumlahnya sedang menurun. Ancaman yang spesies ini hadapi adalah hilangnya habitat, berkurangnya populasi mangsa, dan konflik manusia dengan satwa liar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya