Liputan6.com, Jakarta - Dunia fesyen Indonesia tengah diwarnai oleh fenomena 'skena' dan 'estetik' yang kini menjadi kiblat utama gaya anak muda. Tren ini, yang awalnya populer di kalangan anak muda Jakarta Selatan (Jaksel), telah menyebar luas dan menjadi gaya nasional. Lebih dari sekadar cara berpakaian, kombinasi gaya ini merepresentasikan identitas, ekspresi diri, serta menjadi bagian dari komunitas tertentu.
Istilah 'skena' merupakan adaptasi dari kata bahasa Inggris 'scene', yang merujuk pada komunitas atau lingkungan dengan minat serupa, seringkali bersifat anti-arus utama, seperti musik independen, streetwear, atau seni lokal. Bagi Generasi Z, fesyen skena melambangkan kebebasan berekspresi dan keberanian menantang norma, menampilkan gaya eklektik dengan campuran warna, aksesori unik, serta pola yang tidak biasa. Secara historis, subkultur 'scene' muncul pada awal tahun 2000-an di Amerika Serikat dari subkultur emo, ditandai dengan celana jins ketat, pakaian berwarna cerah, gaya rambut khas dengan poni panjang, dan pewarna rambut cerah. Di Indonesia, 'skena' juga dikenal sebagai akronim dari 'sua, cengkerama, dan kelana'.
Advertisement
Sementara itu, 'estetik' dalam fesyen mengacu pada gaya yang memiliki nilai seni tinggi dan keunikan. Gaya ini merupakan bentuk ekspresi visual yang berkembang seiring dengan budaya digital, banyak dipengaruhi oleh platform seperti Tumblr, Instagram, Pinterest, dan TikTok. Secara luas, 'estetik' merujuk pada kategorisasi menyeluruh dari gaya pribadi dan prinsip selera, atau lebih spesifik, pada indra keindahan seseorang dan hubungannya dengan fesyen dan seni. Kata 'aesthetic' sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno 'aisthētikos' yang berarti 'persepsi' atau 'pemahaman sensorik'. Konsep ini sering dikaitkan dengan konten yang dikurasi di media sosial yang mencerminkan keunikan dan identitas visual.
Gaya Khas Anak Jaksel yang Meresap Nasional
Anak muda Jakarta Selatan dikenal dengan gaya berpakaian yang modis dan menarik perhatian, meski sering terlihat simpel. Gaya ini telah banyak diadaptasi oleh anak muda di seluruh Jakarta dan kini menjadi tren nasional. Ciri khasnya meliputi padu padan busana yang modis namun tidak berlebihan, dengan karakter kuat yang sering menggunakan teknik layering atau busana berlapis, menggunakan bahan ringan dan nyaman mengingat cuaca Jakarta yang panas.
Pilihan warna dasar seringkali netral dan nude, dipadukan dengan aksen warna mencolok untuk memberikan kesan segar dan menarik, menciptakan penampilan casual chic dengan sentuhan elegan yang terlihat effortless namun tetap standout. Pakaian oversized seperti kaos, hoodie, celana kargo, dan sneakers sangat umum di kalangan anak muda perkotaan. Kemeja motif, seperti stripes atau floral, menjadi fashion item wajib sejak 2016, sering dipadukan dengan bawahan warna netral atau bahkan motif yang bertabrakan untuk tampilan yang lebih fun dan fresh.
Beberapa padu padan populer lainnya termasuk kombinasi tube top atau tank top polos sebagai dasar, kemudian dilapisi dengan blazer crop berwarna nude atau krem, di mana potongan crop membantu membuat tubuh terlihat lebih proporsional. Celana high-waist berwarna putih atau netral (beige, krem, khaki) dengan model straight atau wide leg juga menjadi andalan karena membuat kaki terlihat jenjang. Penggunaan aksesori menjadi kunci untuk menonjolkan outfit tanpa terlihat berlebihan, seperti kalung simpel, cincin tipis, gelang rosegold, dan shoulder bag berwarna mencolok (misalnya merah, hijau botol, navy, atau maroon) sebagai statement item. Sepatu seperti heels nude untuk acara formal atau sneakers putih untuk kenyamanan dan tampilan effortless, termasuk model klasik hingga chunky sneakers, melengkapi tampilan skena.
Selain itu, gaya feminine menswear yang memadukan blazer maskulin dengan busana bernuansa perempuan juga menjadi tren. Pakaian dengan motif tie-dye yang senada, seringkali dari bahan rayon, populer untuk aktivitas di rumah atau hangout. Untuk busana sehari-hari atau acara yang lebih formal, dress selutut atau panjang tanggung sebetis dengan bahan kasual sering dipilih. Media sosial, terutama TikTok dan Instagram, berperan besar dalam mempopulerkan dan menyebarkan tren fesyen anak Jaksel ke seluruh Indonesia, dengan banyak kreator konten membagikan inspirasi outfit skena yang cepat diadopsi di berbagai kota besar.
Merek Lokal dan Global Pendukung Estetika Gaya Muda
Banyak merek, baik dari dalam maupun luar negeri, yang koleksi busananya mendukung gaya skena dan estetik yang digemari anak muda. Untuk merek lokal, Shopatvelvet, Callie Cotton, Josephinne Anni, 3Mongkis, dan ATS The Label menawarkan pilihan atasan basic warna netral dengan potongan rapi dan aksesori simpel, cocok untuk gaya effortless namun berkesan mahal. Erigo, yang dikenal secara internasional, menyediakan streetwear dengan hoodie, jaket, dan t-shirt berpotongan oversized yang nyaman dan modern.
Merek lokal lainnya seperti Public Culture menonjolkan desain grafis artsy dan unik, sering berkolaborasi dengan seniman muda untuk desain eksperimental yang segar. Thanksinsomnia mengusung konsep streetwear dengan desain grafis khas yang unik dan segar, seringkali satir atau menyindir, cocok untuk gaya rebellious khas skena.
Aerostreet menjadi merek lokal yang viral untuk sneakers dengan desain simpel, nyaman, dan harga terjangkau, melengkapi outfit skena. Danjyo Hiyoji terkenal dengan pakaian unisex dan desain avant-garde yang unik dan berani, berfokus pada generasi muda yang trendy.
Happa memadukan sentuhan tradisional dengan gaya kontemporer menggunakan motif dan warna cerah dengan potongan modern. Dominate Jakarta memiliki identitas kuat dengan desain rugged, maskulin, dan terinspirasi dari military wear, cocok untuk pecinta streetwear yang ingin tampil bold.
Roughneck 1991 menyediakan beragam item fashion seperti kaos, hoodie, jaket kanvas, dan jaket denim. Shining Bright fokus pada desain kaos, hoodie, dan jaket yang menggambarkan kebebasan berekspresi, sering berkolaborasi dengan seniman dan komunitas skateboard. Tenue de Attire mengusung konsep Parisian style dengan motif kemeja dan corak menarik, sementara Sejauh Mata Memandang mengangkat isu lingkungan dan terinspirasi dari budaya Indonesia. Lepas Wear menawarkan warna-warna dan model simpel namun hangat, cenderung pada pilihan warna bumi.
Dari merek global, Loewe asal Spanyol diminati pecinta gaya artsy dengan koleksi motif bunga, tekstur bulu, dan warna earthy yang estetik. Salomon, yang dulunya dikenal sebagai merek hiking, kini menjadi ikon streetwear skena dengan sepatu trail yang rugged dan fungsional.
Autry menjadi pilihan penggemar sneaker retro dengan desain bersih dan sentuhan vintage. Diesel bangkit dengan gaya baru yang berani dan rebel, dengan koleksi denim yang out of the box. Jacquemus, merek asal Prancis, menawarkan gaya minimalis, playful, dan lembut dengan siluet kecil yang unik.
Maison Margiela menghadirkan gaya anti-mainstream dengan konsep deconstructed dan estetika Y2K, dikombinasikan potongan minimalis. A.P.C. menjadi pilihan pecinta gaya minimalis dengan sentuhan timeless, potongan bersih khas Prancis, dan warna dasar. Merek sepatu seperti Converse, Vans, dan Dr. Martens juga sering menjadi pilihan favorit untuk melengkapi outfit skena.