Tekan Harga Pangan, Pemerintah Sebar Bantuan hingga 2 Bulan ke Depan

Pemerintah menyiapkan strategi dan sebaran bantuan pangan untuk menekan kenaikan harga pangan, salah satunya daging ayam yang menyentuh Rp 44.000 per kg.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 24 September 2026, 09:00 WIB
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin (10/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Arief RH).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyusun strategi pengendalian harga pangan yang mengalami kenaikan pada beberapa jenis komoditas. Langkah bantuan pangan hingga evaluasi dampak kekeringan bakal dilakukan secara bersamaan.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengaku terus memantau perkembangan harga di pasaran. Salah satu cara meringankan masyarakat sekaligus instrumen pengendalian harga yakni melalui sebaran bantuan pangan.

"Saya rasa kondisi hari ini masih terus kita pantau, ya. Jadi bantuan ini, bantuan pangan hari ini juga digelontorkan paling tidak dalam dua bulan ke depan, harapan kita untuk bisa menekan harga," kata Hanif di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Sejalan dengan itu, pemerintah tengah menghitung ulang ketahanan pangan dari komoditas yang diproduksi di Tanah Air, terutama setelah mengalami dampak dari kemarau El Nino.

Hanif memastikan sederet cara akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) untuk mencari solusi persoalan pangan, termasuk mengantisipasi kenaikan harga.

"Hari ini sedang dievaluasi secara detail. Kalau memang ada lonjakan harga yang tidak bisa dikendalikan, maka akan diambil langkah-langkah yang diperlukan di sini. Jadi ini sekali lagi untuk kepentingan bangsa, tidak ada niat lain," beber dia.

 

Harga Daging Ayam Tembus Rp 44.000 per Kg

Pedagang menata ayam potong yang dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan, mengaku harga daging ayam masih tinggi di kisaran Rp 43.000 hingga Rp 44.000 per kilogram (kg). Dia menduga kenaikan harga ayam didorong oleh meningkatnya harga pakan.

Reynaldi mengamini adanya kenaikan harga daging ayam di pasar rakyat. Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam ras, meski tidak se melonjak daging ayam.

"Memang kami melihat ada pergerakan harga komoditas ayam itu sudah di angka Rp 43.000–Rp 44.000 per kilonya. Ini diikuti juga harga telur, yang memang telur sendiri tidak terlalu signifikan, lebih kepada daging ayamnya yang melonjak luar biasa," kata Reynaldi saat dihubungi Liputan6.com, Senin (21/9/2026).

 

Pemicu Kenaikan Harga

Lapak pedagang ayam potong yang berjualan di Pasar Tradisional Kebayoran, Jakarta Selatan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dia menduga kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga pakan ayam di tingkat peternak, sehingga berpengaruh pada harga pokok produksi (HPP) peternak.

"Terkain sentra peternakan atau unggas di daerah juga mungkin terkendala dengan biaya produksi, sehingga mengkatrol harga ayam ini di level Rp 43.000–Rp 44.000," ujar dia.

Sebagai informasi, penentuan harga di pasaran tidak sebatas dipengaruhi oleh HPP peternak. Ada rantai pasok ayam yang perlu dilalui sebelum sampai di pasar tradisional untuk dijual ke konsumen, termasuk biaya pemotongan hingga distribusi.

Reynaldi mengatakan, sejauh ini belum terlihat adanya lonjakan permintaan di pasar. Menurutnya, kenaikan harga ayam tak begitu dipengaruhi faktor permintaan. "Karena memang di September ini belum terasa permintaan yang tinggi di pasar, jadi permintaannya masih stabil," ucap dia.

 

Harga Daging Ayam di Tingkat Peternak

Peternak memberikan makan pada ayam pedaging broiler di kawasan Cipelang, Bogor, Jawa Barat. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Di sisi lain, Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mencatat harga jual ayam hidup (live bird) sebesar Rp 25.000 per kg. Angka tersebut hanya naik sedikit dari HPP yang berkisar Rp 23.500–Rp 24.000 per kg.

Ketua Umum Permindo, Kusnan, mengatakan harga tersebut masih wajar dan perlu dipertahankan. Dia meminta masyarakat tidak langsung menyalahkan peternak ketika terjadi lonjakan harga ayam di pasaran menjadi Rp 40.000 per kg.

"Jangan sampai masyarakat melihat harga ayam Rp 40.000 di pasar kemudian menyalahkan peternak. Harga di kandang Rp 25.000 per kg tidak otomatis menjadi Rp 40.000 per kg di tangan konsumen. Ada rantai setelah peternak yang harus dibuka secara transparan," kata Kusnan dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Dia menguraikan, HPP yang harus dikeluarkan peternak di antaranya untuk day old chicken (DOC) sebesar Rp 8.000–Rp 8.500 per ekor dan harga pakan Rp 9.500–Rp 10.000 per kg. Alhasil, HPP peternak dihitung sekitar Rp 23.500–Rp 24.000 per kg.

Dengan harga jual Rp 25.000 per kg serta beban biaya operasional lain seperti listrik dan tenaga kerja, Kusnan memandang margin keuntungan peternak cenderung terbatas.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya