Gubernur Banten Takziah ke Rumah Duka ABK Arupadhatu 1 Surakman

Andra Soni Takziyah ke Rumah Duka Surakman, ABK Kapal Arupadhatu 1

oleh Yandhi DeslatamaDiterbitkan 23 September 2026, 23:55 WIB
Gubernur Banten Andra Soni Takziyah ke Rumah Duka Surakman, ABK Kapal Arupadhatu 1. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Banten Andra Soni bertakziah ke rumah duka Surakman (60), anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Senin, 7 September 2026.

Surakman merupakan satu dari delapan orang di dalam kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak. Jenazahnya ditemukan masyarakat di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu.

“Kita doakan semoga beliau husnulkhatimah, diterima amal ibadahnya. Ibu beserta anak-anak yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan, kesabaran,” ujar Andra Soni di depan keluarga besar Surakman, Rabu (23/9/2026).

Andra Soni beserta tim akan membantu seluruh proses pemulangan jenazah Surakman dari Bengkulu hingga ke Banten. Proses pemakaman maupun pengajian juga akan dibantu sehingga keluarga tidak lagi terbebani.

Dia juga berharap dan berdoa agar lima jurnalis maupun dua awak kapal lainnya dapat segera ditemukan.

“Kalau ada informasi baru pasti ditindaklanjuti. Kita berharap masih bisa ketemu,” ujarnya.

Penantian dua pekan keluarga Surakman berakhir dengan ditemukannya korban, meski dalam kondisi meninggal dunia.

Selama itu pula, keluarga bersama masyarakat terus menggelar pengajian di rumah duka di Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pengajian tersebut digelar dengan harapan Surakman dan tujuh korban lainnya dapat segera ditemukan.

“Sejak hilang sampai sekarang, kami terus mengadakan pengajian di rumah. Setiap malam kami bersama-sama warga memanjatkan doa,” terang Yayat Suryadi (34), putra almarhum, Rabu (23/9/2026).

Di mata Yayat, sang ayah merupakan seorang pelaut yang tangguh. Kini, dia bersama masyarakat di sekitar rumahnya akan bergotong royong memakamkan Surakman di TPU Kidemang.

“Bapak sosok nelayan tangguh yang telah melaut sejak lulus sekolah dasar (SD),” jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya