Ikut Korps Kadet Tak Wajib Jadi Prajurit TNI, Ini Tujuannya

Korps Kadet Republik Indonesia disebut menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 23 September 2026, 19:05 WIB
Peresmian Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). (Liputan6.com/ Defira Prastiwi)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Bacadnas Kemhan) memastikan siswa yang mengikuti Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) tidak diharuskan menjadi prajurit TNI.

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Bacadnas Kemhan) Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan, generasi muda saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan dunia digital yang berlangsung begitu cepat.

“Perkembangan tersebut tentunya membuka banyak peluang, sekaligus menuntut kemampuan untuk terus berpikir kritis, bersikap bijak, dan bertanggung jawab,” ujar Gabriel di SMKN 26 Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Oleh karena itu, dia menegaskan pendidikan karakter tidak cukup hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi perlu dibentuk melalui pengalaman dan kebiasaan.

“Tentunya pengalaman dan kebiasaan itu dimulai dari kehidupan hari lepas hari atau dalam keseharian. Dalam konteks tersebutlah KKRI diharapkan menjadi wadah pembinaan yang relevan dengan perkembangan zaman,” papar Gabriel.

Gabriel mengatakan pemanfaatan teknologi dan platform digital KKRI diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan setiap peserta didik.

“Saya ingin menegaskan bahwa menjadi anggota Korps Kadet, saya tekankan dan ulangi lagi untuk adik-adik—bukan berarti harus menjadi seorang prajurit, tidak. KKRI adalah wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” papar dia.

Menurut Gabriel, setiap anak memiliki cita-cita masing-masing dan dapat mengambil nilai-nilai yang diperoleh melalui KKRI.

“Apa pun cita-cita kelak, nilai-nilai yang diperoleh melalui KKRI ini akan menjadi kekuatan dalam rangka terus Adik-adikku berkarya dan memberikan pengabdian terbaik, tentunya sesuai dengan bidang masing-masing,” ucap dia.

 

Pentingnya Bela Negara

Selain itu, Gabriel mengingatkan bela negara bukan hanya tentang pengabdian sebagai prajurit. Bagi seorang pelajar, kata dia, bela negara dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

“Ingat baik-baik anak-anakku, bela negara mulai dari hal-hal yang sederhana, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin di sekolah, menghormati guru dan menghormati orang tua di rumah,” kata dia.

Gabriel juga menegaskan bela negara dapat dilakukan dengan tetap membina hubungan yang baik dengan sesama teman dalam konteks merawat persatuan.

“Menjauhi perundungan dan hal-hal yang dapat berakibat fatal bagi cara berpikir, berucap, ataupun bertindak,” kata dia.

Menurut Gabriel, di era saat ini, penggunaan teknologi harus dilakukan secara bijak dan tetap peduli terhadap lingkungan serta sesama.

“Dari kebiasaan-kebiasaan sederhana inilah karakter akan terbentuk dan pasti kuat,” ucap dia.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Menurut Gabriel, keberhasilan KKRI membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak.

“Kepada para guru dan pembina, saya menyampaikan apresiasi atas peran penting yang akan Saudara-saudara jalankan. Tentu sejak tahun 2025 kemarin, proses KKRI ini kami paham betul,” ucap dia.

Gabriel pun berpesan kepada para guru dan pembina agar menjadi teladan dan pendamping yang mampu menumbuhkan semangat, kepercayaan diri, serta kecintaan peserta didik kepada bangsa dan negara.

Untuk para orang tua, Gabriel berharap dukungan agar nilai-nilai yang diperoleh melalui KKRI dapat terus diperkuat mulai dari lingkungan keluarga.

“Khusus kepada adik-adik dan anak-anakku peserta KKRI, ikuti setiap kegiatan dengan semangat dan tentunya dengan rasa tanggung jawab. Jadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk belajar dan berkembang, serta setiap kebersamaan sebagai kekuatan untuk membangun persatuan,” terang dia.

“Saya berharap Korps Kadet Republik Indonesia menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman, memiliki karakter kebangsaan yang kuat, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tandas Gabriel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya