Cerutu Jember Mendunia, Produknya Kini Masuk Hampir 45 Negara

Produk cerutu asal Jember telah menembus hampir 45 negara, dari Amerika Serikat hingga Eropa dan Asia.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 23 September 2026, 17:33 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat meninjau salah satu produsen cerutu terbesar.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong hilirisasi komoditas tembakau lokal untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing ekspor. Saat ini, terdapat enam pabrik cerutu di wilayah tersebut.

Bupati Jember Gus Fawait mengungkapkan, Jember kini menaungi sedikitnya enam pabrikan cerutu. Dari total produksi yang dihasilkan, sekitar 90 persen di antaranya ditujukan untuk pasar luar negeri.

“Jember kini mengukuhkan diri sebagai daerah pengisi pasar ekspor cerutu terbesar di Indonesia. Produk kita sudah menembus hampir 45 negara, termasuk pengiriman terbaru ke Amerika Serikat, Timur Tengah, Eropa seperti Yunani dan Jerman, hingga Tiongkok serta kawasan ASEAN,” jelas Gus Fawait saat meninjau salah satu produsen cerutu terbesar di Jember, PT Bin Cigar, Rabu (23/9/2026).

Selain ekspor reguler, produk cerutu asal Jember juga telah memasok toko bebas bea di sekitar 10 negara.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa hilirisasi tembakau di Jember berhasil mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai jual tinggi,” ujarnya.

Di samping mendorong percepatan industri hilir, Pemkab Jember memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan petani tembakau.

Menanggapi fluktuasi harga tembakau yang kerap dipengaruhi dinamika pasar global, pemerintah daerah telah menyalurkan jaminan kesehatan dan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah daerah juga berencana memberikan bantuan sarana pendukung pertanian.

Gus Fawait menambahkan, selain tembakau dan cerutu, Jember juga mengandalkan berbagai komoditas penyumbang devisa lainnya, seperti kopi, edamame, cokelat, serta beragam produk kerajinan UMKM.

“Pemkab bertekad untuk terus mendampingi serta memfasilitasi ekspansi pasar bagi seluruh komoditas unggulan tersebut,” pungkasnya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya