Liputan6.com, Jakarta - Jika kamu perlu mencari nomor telepon bisnis lokal, kamu bisa mengetikkan nama perusahaan di Google dan dapat menekan tombol panggil pada daftar Google Maps.
Meski informasi seperti jam operasional atau alamat terkadang kurang akurat, kebanyakan masyarakat masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap data yang tertera di platform Google tersebut.
Advertisement
Dikutip dari SlashGear, Kamis (24/9/2026), kepercayaan ini dimanfaatkan oleh penipu sebagaimana diungkapkan oleh spesialis SEO di dalam sebuah unggahan LinkedIn.
Ia menyebutkan para penipu diduga menggunakan gambar hasil AI untuk mencantumkan nomor telepon palsu pada daftar bisnis resmi.
Hal ini tampaknya demi memancing pengguna yang sudah mempercayakan Google Maps untuk melakukan panggilan ke nomor palsu tersebut. Kemudian, alih-alih terhubung ke perusahaan resmi, penelepon justru akan berbicara dengan penipu.
Kemungkinan pelaku kasus di LinkedIn ini bukan hanya satu orang. Berdasarkan unggahan pada Mei 2026 di forum Bantuan Google Maps, pengunggah memperingatkan adanya sejumlah akun yang tampaknya melancarkan penipuan serupa di Google Business serta daftar lokasi di Maps.
Unggahan itu sejalan dengan temuan spesialis SEO di LinkedIn mengenai lebih dari 150 foto mencurigakan terunggah ke berbagai profil bisnis di Amerika Serikat (AS).
Cara Cegah Penipuan Google Maps
Perlu diingat, banyak kasus penipuan semacam ini dan sebaiknya kamu perlu menyikapinya dengan bijak.
Menyusul ramainya pembahasan di LinkedIn, media Search Engine Roundable melaporkan Google sudah menghapus akun kontributor yang mengunggah foto-foto palsu beserta nomor telepon fiktif tersebut.
Ke depannya, jangan langsung percaya begitu saja dengan foto dalam daftar Google Maps bisnis resmi. Pastikan periksa juga nomor telepon di situs web resminya atau pada informasi kontak di profil Google Business.