Dari Riset ke Dunia Nyata, 50 Inovasi Dipertemukan dengan Industri dan Pemerintah di UT

Universitas Terbuka mempertemukan 50 inovasi hasil riset dengan industri dan pemerintah untuk mendorong pemanfaatan inovasi di dunia nyata.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 23 September 2026, 16:36 WIB
Gelar Hasil Riset dan Inovasi Pendidikan Jarak Jauh (GALERI PJJ-UT) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Rabu (23/9/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah riset bisa bermula dari laboratorium, ruang kerja peneliti, atau meja akademisi. Namun, manfaatnya mulai terasa ketika hasil penelitian keluar dari ruang akademik, bertemu kebutuhan di lapangan, lalu dikembangkan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Semangat tersebut dihadirkan Universitas Terbuka (UT) melalui Gelar Hasil Riset dan Inovasi Pendidikan Jarak Jauh (GALERI PJJ-UT) dengan menampilkan 50 produk riset dan inovasi sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor.

Diselenggarakan Pusat Riset dan Inovasi Pendidikan Jarak Jauh (PRIPJJ), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UT, GALERI PJJ-UT digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Rabu (23/9/2026). Mengusung tema “Beyond Innovation: Riset Berkualitas, Dampak Meluas”, kegiatan ini mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, dunia usaha dan industri, praktisi, sekolah, serta media melalui pameran, seminar, diskusi hasil riset, dan showcase.

Dari 50 stan yang ditampilkan, 20 di antaranya diisi peneliti UT yang melakukan hilirisasi riset. Mereka hadir berdampingan dengan Jakarta Smart City, Universitas Andalas, Universitas Padjadjaran, Binus ASO School of Engineering, dan Politeknik Negeri Media Kreatif. Sejumlah instansi mitra seperti Gramedia Printing, ESDA, EICI, dan IFT juga terlibat. Pertemuan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa riset membutuhkan ekosistem agar tidak berhenti sebagai temuan, tetapi dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kolaborasi juga melibatkan sektor industri melalui kehadiran PT Ezra Robotics Teknologi dan PT Erlass Prokreatif Indonesia. Sementara dari jenjang pendidikan menengah, sejumlah sekolah turut berpartisipasi, seperti SMA Kharisma Bangsa, SMK Telkom Jakarta, SMKN 2 Kota Tangerang Selatan, SMKN 8 Kota Tangerang Selatan, SMKN 2 Depok, SMK Bina Rahayu, dan SMK Al-Hasra.

Unsur media turut hadir melalui Nusantara TV dan INews. Komposisi peserta tersebut mencerminkan pendekatan pentahelix yang mempertemukan akademisi, dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan media dalam mendorong pengembangan inovasi.

Bahas Hilirisasi Riset hingga Pemanfaatan Inovasi

Gelar Hasil Riset dan Inovasi Pendidikan Jarak Jauh (GALERI PJJ-UT) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Rabu (23/9/2026).

Semangat untuk membawa inovasi melampaui ruang penelitian kemudian diperdalam melalui keynote oleh Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. selaku Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertajuk “Deep Innovation, Broad Impact”. Sesi yang dimoderatori Prof. Dr. Fatia Fatimah, S.Si., M.Pd. tersebut menghadirkan Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kemendiktisaintek RI, Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si.; Direktur Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang, Kementerian Hukum RI, Dr. Andrieansjah, S.T., S.H., M.M.; serta Founder Indonesia Future Technology Group, Arifa Tan.

Gagasan tentang dampak kemudian dipertemukan dengan praktik melalui Showcase, wadah untuk menampilkan produk dan best practice yang telah berhasil diimplementasikan dan memberikan dampak. Sesi ini dimoderatori Adhi Susilo, S.Pt., M.Biotech.St., Ph.D. dengan menghadirkan narasumber Arif Mushariadi (Indonesia Lead Pinball), Andre Surya (Founder ESDA–Enspire School of Digital Arts & Game Development), dan Dr. Hasrianti, S.Si., M.Si. (Dosen Universitas Terbuka).

UT Dorong Riset Memberikan Dampak Lebih Luas

Bagi UT, penguatan ekosistem riset merupakan bagian dari peran perguruan tinggi untuk menghasilkan terobosan yang relevan bagi masyarakat. 

Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan forum tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai terobosan bagi masyarakat.

Ia juga mendorong pegawai UT, baik di pusat maupun daerah, untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan visi pendidikan tinggi berdaya saing global melalui kegiatan penelitian.

Riset boleh bermula dari kampus, tetapi manfaatnya tidak semestinya tinggal di sana. Melalui GALERI PJJ-UT, UT mempertemukan hasil penelitian dengan berbagai pihak yang dapat membuka jalan bagi pengembangan dan pemanfaatannya. Pada akhirnya, inovasi tidak berhenti ketika penelitian selesai atau ketika produk dipamerkan. Perjalanan sesungguhnya justru dimulai ketika pengetahuan itu digunakan dan memberi manfaat di luar kampus.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya