Hadapi Invasi AI, Telkomsel Dorong Kompetensi Digital Pengajar Lewat Terpujilah Guru

Terpujilah Guru 2026 dari Telkomsel menjangkau lebih dari 3.800 Guru SMA, SMK, dan MA melalui roadshow di 10 kota.

oleh IskandarDiterbitkan 23 September 2026, 15:59 WIB
VP Corporate Communications & Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, dalam acara Puncak Anugerah Terpujilah Guru 2026. Liputan6.com/Iskandar

Liputan6.com, Jakarta - Telkomsel resmi menutup rangkaian program Terpujilah Guru 2026 melalui gelaran Puncak Anugerah yang berlangsung di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Inisiatif ini dihadirkan guna memperkuat kapasitas digital para tenaga pendidik di Indonesia, khususnya dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pembuatan konten pembelajaran kreatif.

Program yang berlangsung sejak Mei 2026 tersebut menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA melalui roadshow di 10 kota, mulai dari Bogor, Sumedang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Ambon, Jakarta, Bandung, Medan, hingga Batam, serta pelatihan daring.

Dari total pendaftar, sebanyak 1.500 peserta terpilih mengikuti proses seleksi bertahap. Rangkaian berlanjut ke tahap akademi daring bagi 400 Guru, pendampingan untuk 80 guru, hingga pelatihan intensif (bootcamp) secara luring bagi 12 finalis terbaik di Jakarta.

Seperti diketahui, pemanfaatan teknologi seperti AI dalam dunia pendidikan kerap kali diawali oleh para siswa. Fenomena ini mendorong Telkomsel untuk memfasilitasi para guru agar tidak tertinggal dalam proses transformasi digital di ruang kelas.

VP Corporate Communications & Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menjelaskan bahwa keterlibatan guru dalam memahami teknologi digital menjadi kebutuhan yang kian mendesak.

"Salah satu latar belakang program ini adalah pemanfaatan AI yang kerap dimulai lebih dulu oleh murid. Kami melihat guru juga harus mengetahui penggunaan AI, khususnya di bidang pendidikan, agar materi pembelajaran tetap relevan dan guru tidak tertinggal dari siswanya," ujar Fahmi.

Meski tidak berfokus langsung pada aspek kesejahteraan finansial secara umum, Telkomsel memastikan program ini memberikan nilai tambah (value-add) yang berdampak pada kualitas diri serta profesionalisme para guru.

GM Corporate Social & Responsibility Telkomsel, Andry Priyo Santoso, menambahkan bahwa selain pembekalan materi, apresiasi secara moral juga menjadi fokus utama dalam menyambut para finalis di Jakarta.

"Kami memberikan karpet merah dan menyambut para guru finalis saat tiba di kantor pusat. Wajah para pahlawan tanpa tanda jasa ini kami tampilkan di layar besar. Banyak dari mereka yang terharu hingga meneteskan air mata karena merasa sangat dihargai. Itu merupakan nilai yang priceless bagi mereka," kata Andry.

 

Kurikulum Praktis

GM Corporate Social & Responsibility Telkomsel, Andry Priyo Santoso; GM Corporate Communications Telkomsel, Isti Ayu Sofiyanti; VP Corporate Communications & Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi; dan GM Corporate Reputation Management Telkomsel, Diko Julian dalam sesi QnA Terpujilah Guru 2026 . Liputan6.com/Iskandar

Kurikulum Terpujilah Guru 2026 dirancang agar keterampilan yang dipelajari dapat langsung diterapkan di sekolah.

Para peserta mendapatkan pelatihan pemanfaatan AI yang berpusat pada manusia, penyusunan perintah AI (prompt), desain visual, pembuatan video pembelajaran, metode pengajaran kreatif, hingga asesmen digital.

Sebagai bentuk keberlanjutan, Telkomsel juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk potensi penyelarasan dengan kebijakan pemerintah terkait pengajaran pengodean (coding) dan AI di sekolah.

 

Peluang Kolaborasi

Puncak Anugerah Terpujilah Guru 2026. Liputan6.com/Iskandar

GM Corporate Communications Telkomsel, Isti Ayu Sofiyanti, mengisyaratkan keterbukaan pihak Telkomsel untuk terus melangkah bersama pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

"Jika ditanya apakah ada kemungkinan kolaborasi di kemudian hari, kemungkinan besar ada. Kami tentu akan melakukan diskusi dan sesi lebih lanjut mengenai keberlanjutan program ini ke depannya," tutur Isti.

Agar dampak pembelajaran dapat meluas, seluruh alumni dan peserta program terhubung dalam jejaring EduCreator.

Melalui wadah ini, para guru dapat saling berbagi materi, pengalaman, serta praktik pembelajaran digital yang dapat diakses oleh pendidik lainnya di berbagai daerah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya