Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin mengungkapkan syarat yang diajukan Kyiv untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia.
Dikutip dari Anadolu, Selasa (22/9/2026), dalam pernyataan melalui platform media sosial X, Zelenskyy mengatakan Ukraina siap menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia jika Moskow menghentikan serangan terhadap sektor energi, infrastruktur kritis, dan ekspor pangan Ukraina.
Advertisement
“Sektor energi Ukraina, infrastruktur kritis, dan ekspor pangan kami harus berhenti menjadi sasaran Rusia, dan hal ini akan mendorong langkah-langkah deeskalasi yang sepadan dari pihak kami,” kata Zelenskyy.
Dia mengatakan Kyiv siap membahas persoalan tersebut dengan Amerika Serikat (AS) dan mitra lainnya di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Zelenskyy mengatakan Ukraina saat ini tengah berdialog dengan Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya. Menurut dia, sudah ada sejumlah gagasan yang dibahas untuk mendekatkan upaya perdamaian.
“Solusi memungkinkan untuk dicapai. Kami siap mengerjakannya, dan kami akan membahasnya dengan para mitra kami di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York,” ujarnya.
Pernyataan Zelenskyy muncul setelah Trump berulang kali mengangkat persoalan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia dalam percakapan telepon pada 20 September, menurut sumber yang dikutip situs berita Axios.
Zelenskyy dan Trump sepakat bertemu di New York selama Sidang Majelis Umum PBB. Zelenskyy mengatakan pertemuan tersebut dapat berdampak signifikan terhadap upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik.
Trump diperkirakan akan mendesak Zelenskyy terkait gencatan senjata di sektor energi dalam pertemuan tatap muka mereka pekan ini, di tengah melonjaknya harga diesel dunia akibat perang di Iran serta perang Rusia-Ukraina.
Serangan Ukraina ke Sektor Energi Rusia
Ukraina meningkatkan serangannya terhadap sektor energi Rusia sepanjang akhir pekan. Serangan tersebut disebut sebagai serangan terbesar yang dilaporkan terhadap wilayah Moskow sejauh ini.
Rentetan serangan menghantam sebuah kilang minyak utama di Moskow dan menewaskan tiga orang.
Pada Senin, Trump mengatakan seluruh dunia sedang menghadapi dampak kekurangan energi yang menurutnya diperburuk oleh perang di Ukraina.
“Rusia sayangnya telah kehilangan kendali atas industri minyak dieselnya akibat perang dengan Ukraina,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social pada Senin pagi.
“Sejumlah besar kilang diesel mereka telah dihancurkan dan, setidaknya untuk sementara, tidak beroperasi," lanjut dia.
“Perang yang konyol dan tidak pernah berakhir dengan Ukraina ini harus diakhiri,” kata Trump.
“Seluruh dunia menderita karena 25.000 orang, yang sebagian besar adalah tentara, tewas setiap bulan. Sungguh memprihatinkan," ungkapnya.
Sebelumnya, Trump menyalahkan Kyiv atas meningkatnya perang di sektor energi, meski Rusia terus menyerang ekonomi Ukraina dan melancarkan serangan drone serta rudal balistik pada malam hari terhadap sejumlah kota di Ukraina.
Sementara itu, Zelenskyy pada Senin mengatakan perundingan masih berlanjut. Dia menyebut ada sejumlah gagasan yang sedang dibahas untuk mendekatkan perdamaian, dimulai dengan langkah-langkah deeskalasi yang kuat.
“Sektor energi Ukraina, infrastruktur kritis, dan ekspor pangan kami harus berhenti menjadi sasaran Rusia, dan hal ini akan mendorong langkah-langkah deeskalasi yang sepadan dari pihak kami,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Solusi memungkinkan untuk dicapai.”
Trump dan Zelenskyy Bertemu di New York
Sementara itu, dikutip dari The Guardian, Zelenskyy dan Trump diperkirakan bertemu pada Selasa dalam pertemuan yang jarang dilakukan di sela-sela pekan tingkat tinggi Sidang Majelis Umum PBB.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga akan berada di Washington pekan ini dan diperkirakan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Dalam kunjungannya ke Irlandia pekan lalu, Trump secara langsung menyampaikan kepada Zelenskyy bahwa dia harus melakukan satu hal, yakni menghentikan serangan terhadap bahan bakar diesel di Rusia.
“Biarkan dia menyerang target, tetapi bukan bahan bakar diesel, karena dia menyebabkan kelangkaan,” kata Trump.
Trump juga berbicara dengan Zelenskyy melalui telepon pada Minggu. Salah seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada Financial Times bahwa pembicaraan tersebut membahas “diesel, diesel, diesel”.
Harga rata-rata diesel di Amerika Serikat mencapai rekor US$ 6,50 per galon pada Senin. Angka tersebut naik dari US$ 3,19 per galon pada periode yang sama tahun lalu, sebelum AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran dan Teheran merespons dengan menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar perdagangan internasional.
Kenaikan harga tersebut dipandang sebagai persoalan bagi Partai Republik yang dipimpin Trump menjelang pemilihan paruh waktu AS yang akan berlangsung pada November.
Trump dijadwalkan menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB pada Selasa pagi. Dia juga diperkirakan bertemu dengan sejumlah produsen energi utama, termasuk Dewan Kerja Sama Teluk dan pemimpin Venezuela yang baru dilantik, Delcy Rodriguez.
Dalam pratinjau pidato tersebut, Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan Trump akan berbicara mengenai bagaimana dirinya menghadapi “berbagai persoalan kompleks secara langsung di seluruh dunia”.
Waltz juga mengatakan Trump akan membahas sejumlah kesepakatan perdamaian yang telah didorongnya hingga mencapai kesimpulan atau masih dalam proses untuk diselesaikan.
Gencatan Senjata Energi Belum Disepakati
Pekan lalu, Trump sempat mengumumkan gencatan senjata energi yang disebut telah disepakati Ukraina. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Ukraina disebut setuju tidak menyerang target energi Rusia dan “Rusia telah setuju melakukan hal yang sama!”
Namun, kesepakatan tersebut ternyata belum tercapai. Serangan Rusia terhadap energi Ukraina dan infrastruktur kritis lainnya juga masih terus berlangsung.