Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria berusia 82 tahun kehilangan hampir US$ 1,7 juta atau Rp 30,28 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah 17.810) setelah penipu kripto diduga mendapatkan akses ke komputernya dan meyakinkannya, kalau ia harus mengembalikan uang yang dikirim akibat kesalahan pengembalian dana atau refund.
Menurut pengacara yang mewakiliki keluarganya, selama kurun waktu tiga hari, Charles Schwab memproses tiga kali transfer dari rekening pria itu ke bursa kripto Okcoin, demikian mengutip Yahoo Finance, Senin, (21/9/2026).
Advertisement
Putra pria itu kemudian menuding Schwab gagal merespons tanda-tanda peringatan kalau ayah mereka sedang dimanfaatkan.
Penipu Memakai Modus Kesalahan Pengembalian Dana
Almarhum David Morthaland berusia 82 tahun saat menjadi target penipu. Pelaku penipuan diduga memberi tahu Morthland kalau ia telah menerima pengembalian dana secara keliru dan harus mengembalikan uang tersebut.
Pengacara keluarga Scott Greco mengatakan kepada Barron’s, mereka juga mendapatkan akses komputer. Namun, mekanisme pasti dari penipuan tersebut masih belum jelas.
Greco mengatakan tidak diketahui apakah Morthland sendiri yang memasukkan instruksi transfer saat sedang dimanipulasi, atau apakah para penipu yang memulainya setelah mengambil alih kendali komputernya.
Schwab memproses tiga transfer dana dengan total hampir US$ 1,7 juta ke Okcoin selama tiga hari, menurut Greco, yang berpendapat permintaan transfer tersebut mengandung sejumlah tanda peringatan.
Ia menambahkan, pihak penyelidik kemudian berhasil memulihkan dana sekitar US$ 350.000 atau Rp 6,23 miliar. Dengan demikian, terdapat sisa kerugian yang diduga mencapai US$ 1.339.822,11 atau Rp 23,86 miliar.
Putra-putra Morthland Menuduh Schwab Mengabaikan Tanda Peringatan
Putra-putra Morthland, Cameron dan Bryce, mengajukan gugatan ini pada 2024 dalam kapasitas mereka sebagai wali amanat (trustee) dari dana amanah keluarga. Mereka menuduh Schwab melakukan kelalaian dan melanggar kewajiban fidusia.
Setelah mempertimbangkan dalil gugatan dan bukti-bukti, majelis arbitrase memerintahkan Schwab untuk membayar ganti rugi kompensasi sebesar US$ 1.339.822.
Schwab Menolak Bertanggung Jawab
Dua arbiter menyetujui putusan tersebut.
Arbiter ketiga, Hector Diaz-Olmo, menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion) karena ia berpendapat, keluarga tersebut seharusnya juga menerima penggantian biaya pengacara dan biaya perkara.
Putusan FINRA, yang disampaikan pada 10 September, memerintahkan Schwab untuk membayar ganti rugi kompensasi sebesar US$ 1.339.822.
Schwab Menolak Bertanggung Jawab atas Kerugian
Schwab mengakui Morthland telah menjadi korban tindak kejahatan, tetapi menolak argumen, perusahaan harus memberikan ganti rugi kepada keluarganya. "Kami tidak sependapat dengan keputusan tersebut," ujar pihak perusahaan kepada Barron's.
Pihak perseroan, menyatakan putusan ganti rugi itu mengabaikan prinsip-prinsip hukum dasar.
Perusahaan pialang tersebut menyatakan pencegahan penipuan mengharuskan nasabah untuk melindungi informasi pribadi mereka dan bersikap waspada saat melakukan transaksi keuangan.
Namun, Greco menepis pandangan Schwab tersebut.
Ia berargumen, perusahaan pialang terdaftar wajib memiliki sistem yang memadai untuk mendeteksi dan merespons dugaan eksploitasi keuangan terhadap nasabah lanjut usia.
Korban Penipuan Kripto Mengincar Perusahaan yang Memproses Perpindahan Dana Mereka
Sengketa yang melibatkan Morthland ini menyusul kasus penipuan kripto lain yang baru-baru ini dilaporkan oleh CCN, di mana seorang ibu asal Texas menggugat operator ATM Bitcoin, Athena Bitcoin, setelah kehilangan dana sebesar US$ 23.700 atau Rp 422,16 juta.
Meagan Venable mengaku pelaku penipuan mengancam akan menangkapnya dan mendesaknya untuk menyetorkan uang tunai di dua kios Bitcoin saat ia sedang menggendong bayinya.
Ia dilaporkan hanya berhasil mendapatkan kembali sekitar 12% dari uang tersebut.
Gugatan hukumnya menyatakan sistem pengamanan Athena gagal mendeteksi atau menghentikan transaksi setoran yang mencurigakan itu.
Athena telah mengeluarkan peringatan mengenai penipuan dan menyatakan transaksi dalam jumlah besar akan diperiksa lebih ketat, sementara tuduhan terhadap perusahaan tersebut belum diputuskan oleh pengadilan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.