Liputan6.com, Jakarta - The Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%. Kebijakan ini menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023 dan berpotensi memengaruhi likuiditas global serta selera investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Meski demikian, harga Bitcoin belum menunjukkan pergerakan signifikan setelah pengumuman tersebut.
The Fed mengambil keputusan tersebut secara bulat dengan suara 12-0 dalam pengumuman pada Rabu (16/9) waktu setempat. Kenaikan ini juga telah diperkirakan oleh mayoritas pelaku pasar setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga masih tinggi.
Advertisement
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan investor kripto.
"Kebijakan suku bunga akan memengaruhi kondisi likuiditas dan appetite investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto. Bagi pasar di Indonesia, investor perlu memperhatikan tidak hanya pergerakan harga, tetapi juga perkembangan kebijakan moneter global secara keseluruhan," ujar Calvin dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).
Menurut dia, reaksi awal pasar yang relatif tenang menunjukkan keputusan The Fed telah cukup diperhitungkan sebelumnya.
"Pergerakan Bitcoin yang relatif tenang setelah pengumuman menunjukkan bahwa pasar sudah cukup mengantisipasi keputusan ini. Namun volatilitas tetap dapat muncul seiring investor merespons data ekonomi dan kebijakan berikutnya. Ke depan, investor sebaiknya tidak hanya melihat satu keputusan The Fed sebagai penentu arah pasar dalam jangka panjang," jelas Calvin.
Investor Kripto Diminta Tak Terbawa FOMO
Meski keputusan The Fed telah diantisipasi pasar, volatilitas aset kripto tetap berpotensi muncul seiring investor mencermati data ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan moneter berikutnya.
Bagi investor ritel, kondisi tersebut membuat pengelolaan risiko menjadi semakin penting. Pergerakan harga dalam jangka pendek tidak selalu mencerminkan arah pasar dalam jangka panjang.
Calvin mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan berdasarkan sentimen sesaat, terutama ketika pasar bergerak volatil.
"Pergerakan pasar jangka pendek tidak seharusnya mendorong investor mengambil keputusan secara emosional, baik karena FOMO maupun panic selling. Pastikan dana yang digunakan sesuai kemampuan dan toleransi risiko, lakukan diversifikasi secara bijak, dan pahami aset yang dibeli sebelum mengambil keputusan," pungkas Calvin.
Tokocrypto menyatakan akan terus memberikan edukasi dan transparansi kepada pengguna di tengah dinamika pasar global.
Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, investor kripto perlu mencermati bukan hanya pergerakan Bitcoin, tetapi juga perkembangan kebijakan moneter global, data ekonomi AS, serta perubahan likuiditas yang dapat memengaruhi aset berisiko.