Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan hidup Mikkel Vestergaard Frandsen menjadi bukti nyata bagaimana keberanian merombak arah bisnis mampu melahirkan inovasi yang menyelamatkan jutaan nyawa, sekaligus mencetak kekayaan finansial luar biasa. Pria asal Denmark ini sukses bertransformasi dari pemuda yang mengurus bisnis konveksi keluarga menjadi pengusaha kemanusiaan (humanitarian entrepreneur) beraset miliaran dolar AS.
Dikutip dari laman resmi Vestergaard, Sabtu, 19 September 2926 akar bisnis keluarga Frandsen bermula pada 1957 ketika kakeknya, Kaj Vestergaard Frandsen, mendirikan usaha manufaktur seragam kerja dan pelapis jaket. Estafet kepemimpinan kemudian berlanjut ke sang ayah, Torben, yang mulai menjual kain sisa tentara untuk dijadikan selimut bantuan bencana. Namun, titik balik dan transformasi radikal baru terjadi ketika Mikkel memutuskan bergabung pada 1993.
Advertisement
Sebelum terjun penuh mengelola usaha keluarga, Mikkel sempat mengadu nasib di Nigeria pada usia 19 tahun untuk menjalankan bisnis jual beli mobil dan truk bekas. Pengalaman langsung di Afrika Barat tersebut membakar empati serta kepekaannya terhadap krisis kemanusiaan dan masalah kesehatan publik di negara berkembang. Ketika gejolak politik memaksanya pulang ke Denmark, Mikkel membawa visi baru yang merombak total fondasi perusahaan keluarga.
Dilansir dari Fast Company, Mikkel tidak ingin sekadar menjual produk komoditas kain konvensional. Ia mentransformasi bisnis keluarga dengan mengalihkan fokus operasional secara drastis ke arah penelitian sains dan teknologi material guna menciptakan alat kesehatan masyarakat.
Salah satu karya terbesarnya adalah LifeStraw, alat filtrasi air portabel berbentuk sedotan yang mampu menyaring bakteri dan parasit langsung dari sumber air kotor tanpa memerlukan daya listrik atau bahan kimia.
Artikel Dulu Jual Kain Sisa Tentara, Kini Punya Harta Rp 62 Triliun telah menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Minggu, (20/9/2026):
1. Dulu Jual Kain Sisa Tentara, Kini Punya Harta Rp 62 Triliun
Perjalanan hidup Mikkel Vestergaard Frandsen menjadi bukti nyata bagaimana keberanian merombak arah bisnis mampu melahirkan inovasi yang menyelamatkan jutaan nyawa, sekaligus mencetak kekayaan finansial luar biasa. Pria asal Denmark ini sukses bertransformasi dari pemuda yang mengurus bisnis konveksi keluarga menjadi pengusaha kemanusiaan (humanitarian entrepreneur) beraset miliaran dolar AS.
Dikutip dari laman resmi Vestergaard, Sabtu, 19 September 2926 akar bisnis keluarga Frandsen bermula pada 1957 ketika kakeknya, Kaj Vestergaard Frandsen, mendirikan usaha manufaktur seragam kerja dan pelapis jaket.
Estafet kepemimpinan kemudian berlanjut ke sang ayah, Torben, yang mulai menjual kain sisa tentara untuk dijadikan selimut bantuan bencana. Namun, titik balik dan transformasi radikal baru terjadi ketika Mikkel memutuskan bergabung pada 1993.
2. KNKT: Regulasi Tak Efektif Beri Jaminan Keselamatan Pelayaran Harus Segera Direvisi
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai, sejumlah beberapa aturan perlu dievaluasi terutama terutama terkait keselamatan dalam pelayaran di Indonesia. Evaluasi ini sebagai upaya memastikan keselamatan agar dapat lebih terjamin.
Demikian disampaikan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dikutip dari Antara, Sabtu (19/9/2026).
"Kalau memang regulasinya tidak efektif atau kurang bisa memberikan jaminan keselamatan, maka regulasi tersebut harus segera dievaluasi dan direvisi agar bisa menjamin keselamatan pelayaran," ujar Soerjanto.
Ia menuturkan, ada sejumlah aturan yang perlu dievaluasi seperti Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) PM 115 yang mengatur mengenai pengangkutan kendaraan di dalam kapal. Soerjanto mencontohkan pada PM 115 contoh tentang lashing (pengikatan benda agar tidak bergeser) di mana setiap kendaraan harus di-lashing, tapi ternyata di aturan sendiri menyatakan bahwa tidak setiap kendaraan harus di-lashing.
3.Simak Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 September 2026
Harga emas dunia naik ke level tertinggi dalam satu minggu pada Jumat, 18 September 2026. Harga emas dunia berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu.
Hal ini seiring penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran tekanan inflasi yang berkepanjangan meskipun penguatan dolar AS membatasi kenaikan. Lalu bagaimana harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas pada Sabtu pekan ini?
Mengutip CNBC, Sabtu (19/9/2026) harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.352,39 per ons setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 11 September pada sesi perdagangan sebelumnya. Harga emas telah menguat 0,2% sepanjang pekan ini. Kontrak berjangka emas AS melemah tipis 0,2% menjadi US$ 4.390,30.
"Penurunan harga minyak mengurangi tekanan inflasi karena minyak telah menjadi pendorong utama inflasi secara keseluruhan. Investor logam mulia sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga (AS) dan mengambil posisi jual (short positions) untuk memanfaatkan potensi penurunan harga emas. Posisi-posisi tersebut kini telah ditutup dengan cepat," ujar Presdent of World Markets EverBank, Chris Gaffney.
Berita selengkapnya baca di sini