Warren Buffett Mundur sebagai Chairman Berkshire Hathaway

Putra sulung Warren Buffett yakni Howard Buffett akan menjadi Chairman Berkshire Hathaway.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 19 September 2026, 10:48 WIB
Miliarder atau Orang Terkaya Dunia Warren Buffet. Foto: AFP

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Warren Buffett (96) akan mundur dari jabatannya sebagai ketua (chairman) Berkshire Hathaway. Langkah ini merupakan bagian dari transisi kepemimpinan Berkshire yang telah ia pimpin selama lebih dari enam dekade tersebut.

Mengutip AP, Sabtu (19/9/2026), Buffett akan menjabat sebagai ketua emeritus dan segera memulai peran barunya, demikian pernyataan perusahaan pada Jumat. Putra sulungnya, Howard, akan menjadi ketua baru Berkshire Hathaway; sebuah langkah yang merupakan bagian dari rencana suksesi jangka panjang. Howard Buffett telah menjadi anggota dewan direksi Berkshire Hathaway sejak 1993.

Warren Buffett, yang dikenal luas oleh para pelaku pasar keuangan sebagai "Oracle of Omaha" akan tetap menjabat sebagai direktur. Ia telah memegang posisi ketua Berkshire Hathaway sejak 1970, tetapi ia sebenarnya telah mengambil alih kendali perusahaan tekstil asal New England yang kala itu sedang kesulitan tersebut sejak 1965.

Greg Abel telah menggantikan Buffett sebagai CEO Berkshire yang bernilai US$ 1 triliun atau Rp 17.813 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.810) itu sejak awal tahun ini, meskipun Buffett tetap rutin datang ke kantor setiap hari untuk mencari peluang investasi dan kesepakatan baru, serta memberikan nasihat kepada Abel. Belum jelas apakah Buffett akan mengubah rutinitasnya tersebut sekarang.

"Saya telah mengabdi untuk Berkshire sejak tahun 1965," ujar Buffett dalam sebuah surat kepada para pemegang saham.

"Setelah lebih dari 60 tahun berlalu, saya masih memiliki pekerjaan terbaik di dunia. Tidak banyak orang seusia saya yang bisa mengatakan hal itu, dan saya merasa sangat optimis menyongsong masa depan,” ujar dia.

Investor Adam Mead, penulis buku The Complete Financial History of Berkshire Hathaway menilai, dengan mengambil langkah ini sekarang, Buffett tampaknya berusaha meminimalkan dampak terhadap Berkshire saat ia kelak meninggal dunia. Pengumuman dari Berkshire tidak menyebutkan adanya masalah kesehatan yang dialami Buffett. "Usianya kini 96 tahun, jadi bahkan sekadar flu pun bisa menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan,” ujar Mead.

Berkshire Hathaway Kini Genggam Saham Induk Usaha Google Rp 673 Triliun

Ilustrasi cara, logout akun, Google. (Photo by Brett Jordan on Unsplash)

Sebelumnya, perusahaan investasi milik Warren Buffett Berkshire Hathaway menambah porsi kepemilikan saham di perusahaan induk usaha Google, Alphabet. Selain itu, Berkshire Hathaway juga memperbesar investasi di perusahaan pengembang perumahan.

Mengutip AP, Minggu, (16/8/2026), perusahaan yang berbasis di Omaha, Nebraska, juga terus mengurangi kepemilikan saham di perusahaan keuangan dan sejumlah saham lainnya selama April-Juni 2026. Hal itu seperti tercantum dalam laporan resmi yang diserahkan pada Jumat malam.

CEO Berkshire Hathaway Greg Abel pada awal tahun ini menyepakati investasi saham US$ 10 miliar atau Rp 178,27 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.830), menambah porsi kepemilikan yang dimulai dibangun Berkshire sejak musim gugur tahun lalu.

 

 

Aksi Berkshire Hathaway Lainnya

Berkshire Hathaway (Foto: AP/Richard Drew, file)

Pada kuartal kedua, Berkshire membeli sekitar 48,1 juta saham Alphabet sehingga total kepemilikan saham di Alphabet mencapai 106 juta lembar saham. Nilai kepemilikan saham itu mencapai sekitar US$ 37,76 miliar atau Rp 673,14 triliun per 30 Juni 2026, menurut laporan itu. Sebagai perbandingan, pada akhir Desember, Berkshire hanya memegang 17,8 juta saham Alphabet senilai US$ 5,6 miliar atau Rp 99,83 triliun.

Alphabet telah berencana menggalang dana sebesar US$ 80 miliar atau Rp 1.426 trilun. Investasi itu untuk membiayai infrastruktur komoutasi yang diperlukan untuk mendukung layanan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) miliknya.

Selain sektor teknologi, Berkshire terus meningkatkan investasi di sektor pembangunan rumah di Amerika Serikat (AS). Kepemilikan di pengembangan perumahan Lennar naik hampir 30% pada kuartal kedua. Berkshire juga mulai mengambil posisi saham baru dalam jumlah keicl di D.R Horton senilai US$ 580.504 atau Rp 10,34 miliar pada akhir Juni 2026.

Pada Juli, Berkshire merampungkan akuisisi pengembangan perumahan Taylor Morrison senilai US$ 6,8 miliar atau Rp 121,22 triliun.

 

Berkshire Menambah Saham di Delta dan Macy's

Berkshire juga menambah kepemilikan sahamnya secara signifikan di Delta Air Lines dan Macy’s selama kuartal kedua. Nilai kepemilikan saham di kedua perusahaan tersebut masing-masing mencapai sekitar US$ 5,37 miliar atau Rp 95,73 triliun dan US$ 173 juta atau Rp 3,08 triliun per 30 Juni.

Di sisi lain, Berkshire juga melakukan penyesuaian pada portofolio investasinya di kuartal kedua dengan mengurangi kepemilikan saham di beberapa perusahaan dibandingkan posisi kuartal pertama, termasuk di operator supermarket Kroger, produsen baja Nucor, dan perusahaan layanan dialisis raksasa DaVita.

Perusahaan tersebut juga melepas seluruh kepemilikan sahamnya sebanyak 632.890 lembar di perusahaan minuman Constellation Brands.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya