Tegas, PM Thailand Minta Warga Asing Taat Hukum atau Terancam Deportasi

Peringatan keras tersebut disampaikan langsung di hadapan para pejabat pemerintahan daerah Thailand.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 19 September 2026, 07:04 WIB
PM Thailand sekaligus pemimpin Partai Bhumjaithai Anutin Charnvirakul saat memberikan keterangan pers di Bangkok pada Minggu (8/2/2026). (Dok. AP/Sakchai Lalit)

Liputan6.com, Bangkok - Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada Kamis (17/9/2026) mengecam warga asing yang melanggar hukum atau memanfaatkan warga Thailand demi kepentingan mereka sendiri. Ia meminta para gubernur provinsi meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran tersebut.

Saat menyampaikan kebijakan Kementerian Dalam Negeri, Anutin mengatakan warga asing dapat hidup berdampingan dengan masyarakat Thailand selama mencari nafkah secara jujur dan tidak memanfaatkan orang lain. Demikian seperti dilaporkan surat kabar The Nation.

"Baru-baru ini saya bahkan mengetahui ada permintaan untuk mendirikan pemakaman pribadi. Ini sudah keterlaluan dan jauh melampaui batas. Kalian seharusnya bersyukur karena kami mengizinkan kalian datang ke sini," kata Anutin.

"Kalau kalian mau meninggal, pulanglah dan meninggal di negara sendiri. Kalian tidak perlu meninggal di sini. Jangan pula memanfaatkan kami. Mengajukan izin untuk membuka restoran, tetapi ternyata di dalamnya ada tempat ibadah, juga tidak bisa dibenarkan," tutur Anutin kepada warga asing yang ia kritik.

Anutin meminta para gubernur menggunakan kewenangan hukum mereka untuk menindak warga asing yang mengancam, mengintimidasi, atau memanfaatkan warga Thailand. Ia juga meminta deportasi segera dilakukan jika syarat untuk mendeportasi mereka telah terpenuhi.

"Menurut saya, kalian tidak bisa begitu saja mendirikan tempat ibadah secara sepihak. Pendirian tempat ibadah semacam itu juga harus tetap menghormati masyarakat dan budaya Thailand," ujar Anutin.

Pernyataan Anutin disampaikan setelah ratusan orang baru-baru ini berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok. Mereka meminta para pengunjung asing menghormati hukum dan budaya Thailand di tengah meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap perilaku sebagian turis Israel.

Anutin mengatakan kekhawatirannya tidak hanya menyangkut warga dari satu negara. Menurut dia, hal tersebut juga berkaitan dengan orang-orang dari berbagai negara di Asia, Timur Tengah, Asia Tengah, Eropa, dan Afrika.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya