Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen memukul sektor pariwisata Banyuwangi. Penutupan akses menuju destinasi unggulan tersebut langsung memicu penurunan tingkat hunian (okupansi) hotel di wilayah sekitar.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Ainur Rofiq, mengonfirmasi bahwa tingkat okupansi hotel merosot hingga 5–10 persen sejak titik api membesar dan kawasan Ijen diisolasi.
Advertisement
"Beberapa hotel mengalami penurunan sekitar 5 sampai 10 persen akibat kasus kebakaran ini," ujar Rofiq, Jumat (18/9/2026).
Dampak ini tergolong signifikan mengingat Kawah Ijen merupakan magnet utama pemikat wisatawan domestik maupun mancanegara. Meski demikian, para wisatawan yang sudah telanjur tiba di Banyuwangi menyiasati penutupan ini dengan mengalihkan rute liburan ke destinasi alternatif.
"Jalur pendakian masih ditutup total akibat ditemukannya tiga titik api baru pada Selasa (15/9/2026 ), kemarin," tambahnya
Kata Rofiq, keputusan pembukaan kembali TWA Kawah Ijen sepenuhnya bergantung pada rekomendasi resmi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Penutupan Ijen secara tidak langsung mendorong wisatawan untuk mengeksplorasi destinasi budaya dan alam lainnya di Banyuwangi.
Pemerintah daerah berharap proses pemulihan berjalan cepat agar TWA Kawah Ijen dapat segera beroperasi kembali sebelum akhir bulan.
"Langkah ini krusial demi memulihkan denyut ekonomi para pelaku usaha pariwisata hingga penambang belerang lokal yang bergantung pada kawasan tersebut," paparnya.