Kemenkeu Finalisasi Pengalihan 60% Saham KCIC

Kemenkeu finalisasi pengalihan 60 persen saham PT PSBI di KCIC dan menghitung valuasi. Penyelesaian utang Kereta Cepat Whoosh dipastikan tidak membebani APBN.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 18 September 2026, 16:45 WIB
PT KCIC turut memeriahkan peringatan Hari Lahir Pancasila di Stasiun Halim Jakarta dengan menghadirkan tarian daerah yang dilakukan di dalam kereta cepat Whoosh. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah memfinalisasi proses pengalihan saham BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sekaligus menghitung estimasi valuasinya.

Dalam rencana pengalihan ini, sebesar 60 persen saham milik PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di KCIC akan diambil alih oleh Kemenkeu. Sementara itu, 40 persen saham sisanya tetap dipegang oleh konsorsium perusahaan asal Tiongkok.

"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi," ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Evita Manthovani, dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Evita menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan skema penanganan kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. Ia menegaskan, skema penyelesaian tersebut tidak akan membebani APBN secara langsung.

"Skema telah ditetapkan dan dibahas secara terperinci. Sesuai harapan, APBN tidak dilibatkan secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI," ungkapnya.

"Agar pengalihan nantinya berjalan terencana, tepat, dan operasional, kami melakukan pemetaan di beberapa aspek, mulai dari finansial, bisnis, operasional, hingga hukum," lanjut Evita.

 

Uji Tuntas Valuasi Saham dan Penyusunan Perpres

Kereta Whoosh Berhenti di Kopo (Tim Humas KCIC)

Evita menerangkan bahwa Kemenkeu saat ini sedang melakukan uji tuntas (due diligence) serta penghitungan valuasi nilai saham PSBI yang akan dialihkan. Selain itu, Kemenkeu juga tengah menyusun Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukumnya.

Ia pun memastikan koordinasi terus berjalan erat bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Danantara.

 

Proses Pengalihan Utang Whoosh Jalan Terus

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan semangat Kartini harus terus menjadi inspirasi dalam pelayanan KCIC, khususnya dalam menciptakan ruang yang aman, inklusif, dan setara bagi semua. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Secara terpisah, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, memastikan proses penyelesaian pengalihan utang proyek Whoosh ke Kemenkeu tetap berjalan sesuai rencana, meski ada transisi kepemimpinan Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara.

Rosan menegaskan pergantian pimpinan tidak memengaruhi program-program lintas kementerian yang sedang berjalan. Pihaknya menjadwalkan pertemuan dengan Menkeu baru pekan ini untuk membahas tindak lanjut pengalihan utang tersebut.

"Saya rasa tidak ada masalah dengan adanya pergantian ini. Tadi saya sempat berbicara dengan Pak Suahasil, semua program yang sedang berjalan (outstanding) akan segera kami bahas bersama," ungkap Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

"Kami berjanji untuk bertemu minggu ini, antara hari Kamis atau Jumat, guna menindaklanjuti beberapa hal yang berhubungan dengan Danantara maupun Kementerian Investasi," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan periode 2025–2026, Purbaya Yudhi Sadewa, sempat menyatakan bahwa pengambilalihan pengelolaan utang Whoosh dijadwalkan mulai berlangsung pada 15 September 2026. Rosan kembali menegaskan bahwa target jadwal tersebut tidak terganggu.

"Tim langsung bekerja. Mudah-mudahan minggu ini semuanya bisa beres," tegas Rosan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya