Liputan6.com, Jakarta - PT AXA Financial Indonesia resmi luncurkan PT AXA Sharia Life Insurance (ASLI), asuransi jiwa hasil pemisahan (spin-off) unit syariah AXA Financial Indonesia, sebagai perusahaan asuransi syariah pertama dalam jaringan AXA Group.
ASLI telah mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat Keputusan Nomor KEP-76/D.05/2026 8 September 2026, dan didirikan sebagai pemenuhan ketentuan POJK Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pemisahan Unit Syariah Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.
Advertisement
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, mengatakan pendirian ASLI merupakan hasil komitmen AXA Group dalam mengembangkan ekonomi syariah Tanah Air.
"Pendirian AXA Sharia Life Insurance merupakan wujud nyata komitmen AXA Group dalam menjalankan tujuan untuk mendorong kemajuan masyarakat dengan melindungi hal-hal yang paling berarti bagi mereka," ujar Niharika, saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Ia juga menyebut Indonesia sebagai salah satu pendorong utama perkembangan ekonomi syariah global.
Sementara itu, Presiden Direktur AXA Sharia Life Insurance, Bukit Rahardjo menegaskan, kehadiran ASLI sebagai entitas mandiri akan membuat perusahaan lebih fokus pada distribusi, layanan, dan kemitraan yang relevan dengan pasar syariah.
"Kami berharap dapat membangun bisnis syariah yang sehat dan berkelanjutan, serta menjadi bagian dari perkembangan ekosistem ekonomi syariah Indonesia," ujar dia.
Berdasarkan data OJK, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia baru sebesar 2,27 persen pada 2022 dan ditargetkan naik menjadi 3,2% pada 2027, sementara tingkat inklusi asuransi masih berada di 16,6%, jauh di bawah tingkat literasi yang telah mencapai 31,7%.
Sandiaga Sebut Konsep Layanan Digital 'FAST'
Adapun kontribusi industri asuransi syariah per Juni 2026 tercatat Rp 11,73 triliun dengan aset asuransi jiwa syariah mencapai Rp 37,36 triliun.
Sedangkan berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, literasi keuangan syariah baru berada di angka 43,42% dan inklusinya 13,41%, mengindikasikan masih besarnya ruang pertumbuhan bagi industri.
Anggota Dewan Penggerak Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Sandiaga Uno menuturkan, total aset keuangan syariah Indonesia pada 2025 telah mencapai Rp 3.131 triliun, tumbuh 8,6% secara tahunan dan tertinggi sepanjang sejarah. Ia merinci, aset asuransi jiwa syariah per Desember 2025 mencapai Rp 38,2 triliun, sementara asuransi umum syariah Rp 10,4 triliun.
4 Poin Utama
Sandiaga menekankan empat poin utama yang harus disiapkan ASLI untuk menghadapi ketidakpastian, syariah sebagai konsep berbagi risiko (resharing) bukan sekadar produk finansial, pentingnya inklusi bagi UMKM, serta digitalisasi layanan dengan konsep "FAST", transparan, amanah, berkelanjutan (seamless), dan terpercaya (trustworthy).
"Masyarakat itu tidak boleh lagi menghadapi proses yang rumit, tapi layanan yang saya sebut sebagai 'FAST'," ujar Sandiaga.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Fauzi Arfan turut memberi apresiasi dengan menyebut ASLI sebagai perusahaan asuransi jiwa syariah full-fledged ke-11 di Indonesia, menyusul 10 perusahaan lain yang telah lebih dulu melakukan spin-off, dari total 51 anggota asosiasi.
"Hadirnya ASLI ini, hadirnya AXA Sharia Life Insurance ini saya sangat yakini menjadi pendorong buat industri," ungkap Fauzi.