Liputan6.com, Jakarta - Car Free Day (CFD) telah bertransformasi lebih dari sekadar kesempatan untuk berolahraga, menjadi sebuah fenomena budaya di mana kenyamanan berpadu dengan gaya. Pergeseran ini didorong oleh konsep “athleisure”, sebuah tren yang memadukan pakaian atletik dengan busana santai, memungkinkan individu untuk tetap nyaman namun modis dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk saat berpartisipasi di CFD.
“Athleisure adalah cara berpakaian, sebuah estetika, yang memungkinkan Anda mengenakan pakaian yang dirancang untuk olahraga pada setiap kesempatan,” ujar Clotsy Brand. Fenomena ini mencerminkan keinginan akan pakaian yang adaptif terhadap gaya hidup modern, yang mengutamakan kenyamanan, keserbagunaan, dan keberlanjutan. GWI menambahkan, “Athleisure adalah perpaduan fungsi dan mode yang terasa senyaman sepatu kets lama.”
Advertisement
Untuk menghindari “salah kostum” saat CFD, penting untuk menyeimbangkan kenyamanan dengan gaya. Dengan memperhatikan detail-detail kecil, penampilan secara keseluruhan dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan fungsi.
Fondasi Gaya Athleisure: Keseimbangan dan Kualitas Pakaian
Kunci utama dalam gaya athleisure adalah keseimbangan antara kenyamanan dan estetika. Pakaian yang dipilih harus terasa nyaman sekaligus terlihat menarik. Investasi pada pakaian dasar berkualitas tinggi menjadi krusial, seperti legging, atasan, sweatshirt, dan kemeja yang tahan lama. Penting untuk memilih kain berkualitas yang tidak hanya nyaman di kulit tetapi juga memberikan tampilan yang rapi.
Dalam memilih bahan, kain matte, tanpa jahitan, atau bergaris dalam warna netral menawarkan fleksibilitas maksimal untuk berbagai kesempatan. Sebaliknya, disarankan untuk menghindari bahan sintetis tipis, lycra mengkilap, sisipan jaring, serta legging kompresi dengan garis reflektif untuk penggunaan sehari-hari. Penggunaan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan kesan murahan dan terlalu mirip pakaian gym.
Perhatikan pula ukuran pakaian. Pakaian yang pas adalah kunci; pilih potongan yang mengikuti bentuk tubuh tanpa terlalu ketat atau terlalu longgar. Kain kompresi matte yang mempertahankan bentuk dengan rapi dan menyerap kelembapan akan terlihat rapi, bahkan dalam kombinasi legging dan atasan sederhana. Sementara itu, campuran katun bergaris memberikan kesan yang lebih lembut dan mahal, ideal untuk transisi dari kelas yoga ke makan siang. Hindari kain yang mengkilap, licin, atau sangat teknis karena cenderung menandakan mode latihan.
Ragam Padu Padan untuk Tampilan Chic di CFD
Teknik layering atau melapis pakaian dapat memberikan dimensi lebih pada penampilan. Jaket denim, jaket bomber, blazer, atau hoodie stylish dapat mengubah suasana keseluruhan ansambel, memberikan tekstur dan mengurangi kesan acak-acakan. Selain itu, bermain dengan proporsi juga penting. Padukan potongan longgar dengan yang pas untuk menciptakan tampilan yang seimbang. Misalnya, jika mengenakan jogger longgar, padukan dengan atasan yang pas, dan sebaliknya.
Pilihan palet warna netral seperti hitam, putih, abu-abu, dan warna tanah (krem, pasir, hijau zaitun, cokelat kakao) sangat dianjurkan. Warna-warna ini mudah dipadupadankan, menciptakan tampilan athleisure yang chic dan serbaguna. Untuk melengkapi tampilan, aksesori yang tepat seperti tas chic, kacamata hitam, topi baseball, atau jepit rambut dapat mengubah penampilan dari sekadar “pakaian gym” menjadi “fashion-forward”. Satu atau dua aksesori yang disengaja dapat menunjukkan bahwa pakaian tersebut dipilih dengan cermat.
Penting untuk menghindari tampilan “full gym mode”, yaitu berpakaian sepenuhnya seperti akan pergi ke gym (legging, atasan olahraga, dan sepatu kets). Selalu padukan satu potong pakaian sporty dengan satu potong pakaian yang lebih kasual atau formal. Hindari pakaian olahraga yang terlalu teknis atau mengkilap untuk penggunaan sehari-hari. Terakhir, tidak semua sepatu kets cocok untuk tampilan athleisure. Pilih gaya yang sederhana atau minimalis, seperti sepatu kets putih bersih, untuk menjaga tampilan tetap netral dan serbaguna, serta hindari sepatu kets yang terlalu besar atau teknis.
Perspektif Ahli dan Inspirasi Merek Ternama
Para ahli dan pengamat mode sepakat bahwa athleisure bukan sekadar tren sesaat, melainkan pergeseran fundamental dalam cara orang berpakaian. Deirdre Clemente, seorang profesor sejarah di University of Nevada, Las Vegas, menjelaskan bahwa athleisure adalah “hibrida aneh” dari pakaian kasual bisnis dan pakaian atletik, yang pada dasarnya telah menciptakan kategori pakaian yang sama sekali baru.
Ia menambahkan bahwa tren ini sangat cocok dengan berbagai tren yang telah memuncak selama satu abad, menggabungkan daya tahan pakaian olahraga dengan keserbagunaan pakaian kasual bisnis. Tami Miller, direktur pemasaran kreatif dengan LAT Apparel, menekankan bahwa kunci athleisure adalah menciptakan produk yang terlihat bagus dan berfungsi dengan baik, memungkinkan konsumen untuk beralih dengan mudah dari latihan ke kehidupan sehari-hari tanpa mengorbankan kenyamanan, kualitas, atau daya tarik estetika.
Beberapa merek ternama menawarkan inspirasi OOTD (Outfit of the Day) yang menggabungkan kenyamanan dan gaya untuk CFD. Adidas, misalnya, menyarankan paduan jaket tracksuit oversized dengan celana pendek rajut dan sepatu yang stylish, atau set Adicolor Satin dengan blazer oversized.
Alo Yoga menawarkan legging Alosoft dalam warna netral dengan sweater rajut oversized, atau set monokromatik bra olahraga dan legging Airlift dalam warna cerah.
Nike menghadirkan celana jogger dengan hoodie pas dan sepatu kets putih bersih untuk tampilan sporty chic, atau gaun jersey longgar Nike Sportswear dengan sepatu kets minimalis.
Puma menyajikan streetwear yang berani dengan jaket sporty dipadukan rok formal atau sepatu kets Speedcat berwarna merah cerah.
Sementara itu, Lacoste menawarkan elegansi sporty dengan polo shirt klasik dipadukan legging berkualitas atau rok stylish, serta sweatshirt dan hoodie yang elegan dari katun lembut.